Senin, 05 Oktober 2015

LAPORAN PRAKTIKUM II peksos



BAB I
PENDAHULUAN
A.    LATAR BELAKANG

Saat ini kita dihadapkan pada globalisasi yang didukung kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi ditandai dengan persaingan bebas serta kemudahan mendapatkan informasi dari berbagai penjuru dunia.Setiap orang ingin bertahan hidup dalam persaingan global yang dituntut mempunyai wawasan yang luas, mengetahui perkembangan informasi dan teknologi terkini, serta menerima dan menyesuaikan diri dengan perubahan-perubahan dalam berbagai bidang yang terjadi di sekitarnya. Globalisasi memungkinkan masuknya nilai-nilai budaya dan tren gaya hidup dari berbagai pelosok dunia, yang kemudian diadopsi oleh masyarakat lewat perantara media massa. Gaya hidup global, meliputi cara-cara untuk menghabiskan waktu dan uang dari mancanegara telah menyentuh masyarakat Indonesia terutama masyarakat yang hidup di kota besar.
Manusia sebagai makhluk individu maupun makhluk sosial, memiliki dorongan ingin tahu, ingin maju dan berkembang.Melalui komunikasi manusia dapat memperoleh informasi yang baru. Menurut Sarwono (2002),  komunikasiadalah suatu proses dimana dua orang atau lebih membentuk atau melakukan pertukaran informasi antar satu sama lain, yang pada gilirannya terjadi saling pengertian yang mendalam. Kemudian dinyatakan komunikasi sebenarnya bukan hanya ilmu pengetahuan, tapi juga seni dalam bergaul.
Pergaulan yang paling mencolok pada saat ini yaitu pada lingkungan remaja dan mahasiswa, khususnya pada kehidupan malamnya.Keadaan ini juga didukung oleh munculnya tempat hiburan malam di daerah perkotaan, khususnya di kota Yogyakarta.Kehadiran tempat hiburan malam di kota-kota besar telah menjadi alternatif tempat hiburan yang sering  dikunjungi oleh mahasiswa. Yogyakarta adalah salah satu kota besar di Pulau Jawa yang merupakan ibukota dan pusat pemerintahan Daerah Istimewa Yogyakarta. Yogyakarta dikenal sebagai kota pelajar, karena hampir 20% penduduk produktifnya adalah pelajar atau mahasiswa dan terdapat 137 perguruan tinggi (www.id.wikipedia.org). Kota ini diwarnai dinamika pelajar dan mahasiswa yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Maka tidak heran jika semakin tahun tempat hiburan di Yogyakarta semakin berkembang pesat, karena banyak anak muda yang menjadi target pasar bagi para pebisnis hiburan.    
Salah satuyang menjadi tempat hiburan malam yaitu billiard dengan menggunakan konsep bar, cafe dan coffee shop yang ada di kota Yogyakarta, di mana belakangan ini makin dikenal dan banyak dikunjungi oleh masyarakat khususya kalangan muda. Beberapa tempat billiard yang berdiri di wilayah Yogyakarta antara lain Hanggar, Next Pool and Lounge, Shooter, Ninenine Billiard, zonbilliard, dan masih banyak lagi. Setiap tempat yang ada memberikan suatu pelayanan yang berbeda-beda dalam menarik minat pelanggannya.
Industri hiburan di Yogyakarta memang telah  berkembang pesat. Tempat hiburan dan wisata menjamur di mana-mana. Hiruk pikuk Kota Yogyakarta yang semakin ramai dengan berbagai aktifitas dan rutinitas penduduknya, membuat kota ini tak pernah sepi dari pagi hingga larut malam. Anak muda banyak yang berlalu lalang dengan tujuan masing-masing. Tak dapat dipungkiri, kota ini seakan tak pernah mati dengan kegiatan anak mudanya (https://seratjuminten.wordpress.com).
Banyaknya tempat billiard yang bermunculan tak lepas dari tren yaitu suatu kecenderungan perilaku atau kegiatan yang diikuti oleh orang banyak pada suatu masa tertentu yang sedang berlaku di masyarakat modern di Yogyakarta yang menjadikan tempat tersebut sebagai tempat alternatif untuk berkumpul.Bagi para pengunjungnya, tempat hiburan malam dapat menjadi ajang bersosialisasi dalam rangka memperluas pergaulan dan wawasan mereka (Hertika, 2003).
Kehadiran tempat billiard pada saat ini berpotensi untuk menstimulasi gaya hidup mahasiswa khususnya yang mengunjungi tempat-tempat tersebut. Hal ini didasarkan pada pemahaman bahwa melalui interaksi sosial yang berlangsung pada akhirnya seseorang mampu untuk mengenal, menghayati nilai, dan norma kelompokatau  temannya sehingga dapat menetapkan peran yang dijalaninya atau sebaliknya dapat berdampak buruk pada kehidupan pribadi dan sehari-harimahasiswa  tersebut. Kehadirannya juga tidak hanya dipengaruhi oleh faktor ekonomi tetapi juga dipengaruhi oleh modernisasi komunikasi di masyarakat.Adapun nama-nama tempat yang menjadi icon hiburan malam Yogyakarta diantaranya Liquid Cafe, Embassy Cafe, Boshe VVIP Club, Bunker, Terrace Cafe, Kafe The Club, Rumah Billiard dan masih banyak lagi.Hal yang mungkin saja terjadi dari hiburan malam adalah kebutuhan konsumen dalam mengkonsumsi minuman keras dan obat-obatan seperti penggunaan narkotika, psikotropika, dan zat adiktif lain.Badan Narkotika Nasional (BNN) menyatakan, sebanyak 22% pengguna narkoba di Indonesia dari kalangan pelajar dan mahasiswa. Hasil survei BNN tahun 2011 pada 16 provinsi di Tanah Air, ditemukan 2,6% siswa SLTP sederajat pernah menggunakan narkoba, dan 4,7% siswa SMA pernah memakai barang haram itu. Sementara untuk mahasiswa ada pada posisi tertinggi yaitu sebanyak 7,7% yang pernah mencoba narkoba (http://www.harianterbit.com).
Yogyakarta yang disebut sebagai kota pelajar dan kota budaya ini, jika dilihat dari banyaknya bermunculan tempat billiard sebenarnya sangat memungkinkan untuk dapat memunculkan pemain-pemain atau atlet-atlet billiard yang baik dan dapat membawa nama baik kota Yogyakarta di ajang internasional. Akan tetapi tetap saja sarana dan fasilitas billiard di Yogyakarta hanya digunakan sebagai pusat hiburan dan rekreasi saja, dibanding sebagai olahraga yang dapat meningkatkan prestasi.
Hiburan malam dalam kemasan modernitas yang kini seolah menjadi nafas baru pada kehidupan di Yogyakarta adalah salah satu hal yang sangat menarik perhatian mahasiswa untuk berpartisipasi di dalamnya. Club, Cafe, Diskotik, tempat Billiard, konser musik band dan lain sebagainya merupakan tempat-tempat yang biasanya di kunjungi sebagai anggapan bahwa ini adalah hiburan malam yang modern bagi pemuda atau mahasiswa. Tak bisa dipungkiri bahwa tempat-tempat tersebut seringkali menjadi tujuan para mahasiswa untuk menghibur diri mereka di akhir pekan.
Bahkan dihari-hari biasa banyak juga dari mereka yang mengunjungi tempat-tempat tersebut walaupun pada esok harinya mereka harus mengikuti kegiatan perkuliahan di kampus(http://sosbud.kompasiana.com/2012/02/27/pengaruh-gaya-hidup-dugem-kalangan-mahasiswa-di-yogyakarta-442569.html).
Oleh sebab itu, fenomena aktivitas sampai tengah malam di kalangan mahasiswa ini bukan lagi hal yang sangat sulit ditemukan di kota Yogyakarta.







B.     RUMUSAN MASALAH
Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan, dapat dikutip suatu rumusan masalah penelitian yaitu “Bagaimana Perilaku Mahasiswa Pengunjung Hiburan Malam?”

C.    TUJUAN DAN MANFAAT PENELITIAN
Adapun tujuan dan manfaat dari penelitian ini diuraikan sebagai berikut:

Tujuan

1.      Untuk mengetahui perilaku mahasiswa saat berada di tempat hiburan malam
2.      Untuk mengetahui penyebab mahasiswa mengunjungi tempat hiburan malam
3.      Untuk mengetahui pengaruh hiburan malam terhadap kegiatan mahasiswa di kampus

Manfaat :

Teoritis
1.      Menambah wawasan tentang bagaimana kita sebagai mahasiswa seharusnya berprilaku untuk meminimalisir hal-hal negatif di dalam tempat hiburan malam. Dengan wawasan dan pengetahuan yang dimiliki diharapkan dapat menghindari perbuatan yang dapat merugikan diri sendiri. Dengan teori yang telahdi pelajari diharapkan mampu untuk meningkatkan kepekaan mahasiswa dalam mensikapi fenomena-fenomena sosial.
2.      Sebagai tambahan wacana dan pengetahuan dalam karya ilmiah khususnya mengenai permasalahan fenomena keberadaan hiburan malam di tengah-tengah kota Yogyakarta khususnya mahasiswa sebagai pengunjung hiburan malam tersebut.
Praktis
Menjadi masukan dan bahan penelitian selanjutnya bagi pembaca baik mahasiswa, dosen dan masyarakat yang ingin meneliti lebih jauh tentang hiburan malam.
D.    KERANGKA TEORI
Suatu teori diperlukan dalam rangka untuk menyelesaikan suatu masalah agar diperoleh hasil yang obyektif. Kerlinger (1973) (dalam Singarimbun dan Effendi, 1989:37) Teori adalah serangkaian asumsi, konsep, definisi dan proposisi untuk menerangkan suatu fenomena sosial secara sistematis dengan cara merumuskan hubungan antar konsep.
Unsur penelitin yang paling besar peranannya dalam penelitian adalah teori karena dengan unsur ilmu inilah peneliti mencoba menerangkan fenomena sosial atau fenomena alami yang menjadi pusat perhatian.Dengan demikian peneliti akan memaparkan kerangka dasar teori sebagai berikut:
1.      Perilaku
       Perilaku merupakan hasil dari pada segala macam pengalaman serta interaksi manusia dengan lingkungannya yang terwujud dalam bentuk pengetahuan, sikap dan tindakan. Prilaku aktif  dapatlah dilihat (overt) sedangkan prilaku pasif  tidaklah tampak, seperti misalnya pengetahuan, persepsi, atau motivasi.
       Menurut Peter & Yenny (1991:157) Perilaku merupakan perbuatan atau tingkah laku yang dimiliki oleh setiap orang atau individu. Jadi segala tindakan dan perbuatan dalam masyarakat yang dilakukan seseorang atau individu, baik itu yang bertentangan maupun yang sesuai dengan norma atau aturan yang dipengaruhi oleh faktor lingkungan.
       Beberapa ahli membedakan bentuk-bentuk perilaku. Misalnya Bloom membedakan antara perilaku kognitif (yang menyangkut kesadaran atau pengetahuan), efektif (emosi) dan psikomotor (tindakan atau gerakan)(sarlito sarwono, 1997 : 2).
       Proses pembentukan atau perubahan perilaku dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor dari dalam dan dari luar individu. Disamping sistem susunan syaraf yang mengontrol reaksi individu terhadap segala rangsangan.Aspek-aspek di dalam diri individu yang juga sangat berpengaruh dalam pembentukan dan perubahan perilaku ialah persepsi, motivasi, dan emosi.
2.      Perilaku Manusia
Perilaku manusia adalah sekumpulan perilaku yang dimiliki oleh manusia dan dipengaruhi oleh adat, sikap, emosi, nilai, etika, kekuasaan, persuasi, dan/atau genetika.
Perilaku manusia merupakan hasil daripada segala macam pengalaman serta interaksi manusia dengan lingkungannya yang terwujud dalam bentuk pengetahuan, sikap dan tindakan. Dengan kata lain, perilaku merupakan respon/reaksi seorang individu terhadap stimulus yang berasal dari luar maupun dari dalam dirinya. Respon ini dapat bersifat pasif (tanpa tindakan : berpikir, berpendapat, bersikap) maupun aktif (melakukan tindakan). Sesuai dengan batasan ini, perilaku kesehatan dapat di rumuskan sebagai bentuk pengalaman dan interaksi individu dengan lingkungannya, khususnya yang menyangkut pengetahuan dan sikap tentang kesehatan. Perilaku aktif dapat dilihat, sedangkan perilaku pasif tidak tampak, seperti pengetahuan, persepsi, atau motivasi. Beberapa ahli membedakan bentuk-bentuk perilaku ke dalam tiga domain yaitu pengetahuan, sikap, dan tindakan atau sering kita dengar dengan istilah knowledge, attitude, practice (Sarwono, 2004).
Referensi lain menyebutkan bahwa perilaku sosial merupakan fungsi dari orang dan situasinya. Dimaksudkan disini adalah setiap manusia akan bertindak dengan cara yang berbeda dalam situasi yang salam, setiap perilaku seseorang merefleksikan kumpulan sifat unik yang dibawanya ke dalam suasana tertentu yaitu perilaku yang di tunjukkan seseroang ke orang lain. Dalam sosiologi, perilaku dianggap sebagai sesuatu yang tidak ditujukan kepada orang lain dan oleh karenanya merupakan suatu tindakan sosial manusia yang sangat mendasar Menurut Skinner sebagaimana dikutip oleh  (Soekidjo Notoatmojo. 2010: 21)
perilaku merupakan respon atau reaksi seseorang terhadap rangsangan dari luar (stimulus). Perilaku dapat dikelompokkan menjadi dua:
a.               Perilaku tertutup (covert behaviour), perilaku tertutup terjadi bila respons terhadap stimulus tersebut masih belum bisa diamati orang lain (dari luar) secara jelas. Respon  seseorang masih terbatas dalam bentuk perhatian, perasaan, persepsi, dan sikap terhadap stimulus yang bersangkutan. Bentuk “unobservabel behavior´atau “covert behavior” apabila respons tersebut terjadi dalam diri sendiri, dan sulit diamati dari luar (orang lain) yang disebut dengan pengetahuan (knowledge) dan sikap (attitude).
b.               Perilaku Terbuka (Overt behaviour), apabila respons tersebut dalam bentuk tindakan yang dapat diamati dari luar (orang lain) yang disebut praktek (practice) yang diamati orang lain  dari luar atau “observabel behavior”. Perilaku terjadi melalui proses adanya stimulus terhadapat organisme, dan kemudian organisme tersebut merespon, maka teori Skinner ini disebut teori ‘S-O-R” (Stimulus-Organisme-Respons). Berdasarkan batasan dari Skinner tersebut, maka dapat didefinisikan bahwa perilaku adalah kegiatan atau aktivitas yang dilakukan oleh seseorang dalam rangka pemenuhan keinginan, kehendak, kebutuhan, nafsu, dan sebagainya. Kegiatan ini mencakup :
1)     Kegiatan kognitif: pengamatan, perhatian, berfikir yang disebut Pengetahuan
2)     Kegiatan emosi: merasakan, menilai yang disebut sikap (afeksi)
3)     Kegiatan konasi: keinginan, kehendak yang disebut tindakan (practice)
Sedangkan menurut Soekidjo Notoatmojo (1997: 118) perilaku adalah suatu aktivitas dari manusia itu sendiri.  Dan pendapat diatas disimpulkan bahwa perilaku (aktivitas) yang ada pada individu tidak timbul dengan sendirinya, tetapi akibat dari adanya rangsang yang mengenai individu tersebut. Menurut Soekidjo Notoatmojo (1997: 120-121) perilaku dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu :
1)       Perilaku pasif adalah respon internal, yaitu yang terjadi dalam diri manusia dan yang tidak secara langsung dapat terlihat orang lain. (tanpa tindakan: berfikir, berpendapat, bersikap) artinya seseorang yang memiliki pengetahuan positif untuk mendukung hidup sehat tetapi ia belum melakukannya secara kongkrit.
2)       Perilaku aktif adalah perilaku yang dapat diamati secara langsung (melakukan tindakan), misalnya: seseorang yang tahu bahwa menjaga kebersihan amat penting bagi kesehatannya ia sendiri melaksanakan dengan baik serta dapat menganjurkan pada orang lain untuk berbuat serupa. Jika kita berbicara tentang perilaku manusia sering diartikan bahwa perilaku adalah fungsi dari interaksi individu dengan lingkungannya, dan merupakan hasil dari segala macam pengalaman serta interaksi manusia dengan lingkungannya yang terwujud dalam bentuk pengetahuan, sikap dan tindakan.
3.      Mahasiswa
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia  pengertian mahasiswa adalah orang yang belajar di perguruan tinggi,secara adminitrasi mereka terdaftar sebagai murid di perguruan tinggi. Tapi pengertian itu tidakhanya sebatas itu, Mahasiswa itu mengandung pengertian yang lebih dari sekedar terdaftarsecara administrasi.Akan tetapi menjadi mahasiswa itu mengandung arti yang sangat luas,mahasiswa adalah agen pembawaperubahan.Menjadi mahasiswa itu merupakan kebanggaan dan juga sebagai tanggung jawab besar sebagai agen pembawa perubahan.Menjadi seseorang yangakan memberikan solusi terhadap permasalahan yang dihadapi masyarakat (http://kbbi.web.id/mahasiswa).
Penyesuaian diri pada mahasiswa dapat didefinisikan sebagai interaksi yang berkesinambungan antara diri sendiri dengan orang lain dan lingkungannya, yakni lingkungan akademik dan peraturan perguruan tinggi. Hubungan tersebut bersifat timbal balik mengingat individu secara konstan juga mempengaruhi mereka (Satmoko, 1995 ; 7). Sedangkan menurut Nawawi dalam Muhamad (2000 ; 11), penyesuaian diri pada mahasiswa adalah kemampuan individu untuk mengikuti tuntutan akademik, berhubungan dengan teman serta birokrasi akademik.
Usaha penyesuaian diri ini akan melibatkan unsur keperibadian dan perilaku didalamnya, sehingga integrasi perkembangan dan kematangan kepribadian dan perilaku merupakan syarat mutlak sebagai dasar penyesuaian diri yang baik  (Sumarto dan Hartono, 2002 ; 75).
Sebagai kaum intelektual, mahasiswa memiliki peranan yang sangat penting dalam kehidupanberbangsa.Yang pertama sebagai agen perubahan dituntutbersifat kritis dan diperlukan implementasi yang nyata. Mahasiswa adalah garda terdepan dalammemperjuangkan hak-hak rakyat , mengembalikan nilai-nilai kebenaran yang dilakukan olehkelompok-kelompok elit yang hanya mementingkan dirinya dan nasib kelompoknya. Dan jangansampai garda terdepan ini terikat oleh politik dan kepentingan kelompok, dan melupakanperanannya sebagai agen of changes.Harapan bangsa terhadap mahasiswa adalah menjadigenerasi penerus yang memiliki loyalitas tinggi terhadap kemajuan bangsa.
Peranan Mahasiswa yang kedua adalah sebagai kontrol Sosial,Mahasiswa sebagai penengah antaraPemerintah dan masyarakat, disinilah peranan mahasiswa sebagai pengontrol.Mahasiswamenyampaikan aspirasi masyarakat terhadap pemerintah dan juga mahasiswa menunjukkan sikapyang baik terhadap masyarakat sebagai kontrol sosial.Sebagai pengontrol sosial mahasiswa jugamemiliki tugas mengontrol peraturan-peraturan dan kebijakan-kebijakan yang dibuat untukkepentingan pribadi dan kelompok.Peran Mahasiswa yang ketiga adalah Iron Stock, yaitu mahasiswa diharapkan menjadi manusia-manusia tangguh yang memiliki kemampuan dan akhlak mulia yang nantinya dapat menggantikangenerasi-generasi sebelumnya. Intinya mahasiswa merupakan aset cadangan, harapan bangsauntuk masa depan. Tidak dapat dipungkiri bahwa seluruh organisasi yang ada akan bersifat mengalir,yaitu ditandai dengan pergantian kekuasaan dari golongan tua ke golongan muda, oleh karena ituharus dilakukan terus-menerus. Dunia kampus dan kemahasiswaannya merupakan momentumkaderisasi yang sangat sayang bila tidak dimanfaatkan bagi mereka yang memiliki kesempatan.Pada Intinya peran dan fungsi mahasiswa adalah sebagai Garda/agen, yang memiliki tugas untukmembuat perubahan yang lebih baik untuk bangsa dan negara.Mulai dari membawa perubahan,mengontrol, penengah pemerintah dengan rakyat, dan Sebagai aset bangsa.Sehingga sebagaimahasiswa mesti bersifat kritis terhadap permasalahan yang ada sehingga dapat berjalan sesuaidengan peranansebagai mahasiswa(http://www.academia.edu/4631795/Peran_dan_Fungsi_Mahasiswa).

4.      Hiburan Malam
Kata Hiburan memiliki persamaan arti dengan kata entertainment dalam Bahasa inggris yang berarti sejenis tourist acctraction dimana para pengunjung yang datang merupakan subyek yang pasif sebagai audince/hadirin yang datang menikmati, menyaksikan ataupun mengagumi kejadian-kejadian yang berlangsung untuk mendapatkan kepuasan rohaniah sesuai dengan motif-motif yang mendorong kunjungan tersebut(R.SDamardjati)(https://syahriartato.wordpress.com).
Tempat hiburan malam adalah tempat atau suatu kegiatan yang ditujukan untuk memberikan kesenangan bagi orang-orang agar dapat menghilangkan kejenuhan dari berbagai ativitasnya dan dari berbagai perasaan tidak enak atau susah yang sedang dirasakan orang-orang tersebut, yang ada pada malam hari .Dahulu tempat hiburan malam bukan hanya berada dalam gedung seperti sekarang, dan hiburan malam seperti ini identik dengan hiburan di daerah-daerah kecil.Hiburan malam tersebut kental dengan adat tradisional seperti panggung wayang (di daerah Jawa), layar tancap, panggung tari-tarian daerah, dan lain-lain (http://www.republika.co.id/) .
Seiring perkembangan zaman terdapat beberapa jenis tempat hiburan malam yang berkesan lebih modern, khususnya yang ada di kota-kota besar yaitu, kafe, pub, bar, diskotik/klab malam,dan lain-lain.Namun pada penelitian ini peneliti membatasi tempat hiburan malam tersebut padatempat billiard. Billiard sendiri merupakan suatu olah raga, namun olah raga ini biasanya identik dengan dunia malam beserta dunia hiburannya. Memang tidak salah karena keberadaan dari olah raga ini banyak terdapat di pub, cafe, bar ataupun pusat-pusat hiburan lainnya. Tidak bisa dipungkiri arena billiard di perkotaan memang banyak yang menyediakan fasilitas plus-plus ala hiburan malam pada umumnya(http://bensdoing.wordpress.com).
Alasan mengapa pusat-pusat hiburan malam itu selalu menyedot pengunjung dari berbagai kalangan, salah satunya adalah sensualitas. Sebagian besar pusat-pusat hiburan itu menyediakan wanita sebagai daya tarik atau menu tambahan setelah menu utama berupa musik.
Dalam kaitannya dengan perubahan yang melandasi dinamika ekonomi dengan aktivitas hiburan di kalangan mahasiswa bisa di contohkan seperti kemasan yang ditampilkan oleh pihak penyelenggara hiburan malam hampir semuanya bersifat glamor, eksekutif, mewah yang kesemuanya itu tidak sedikit memakan biaya demi sebuah trend yang berkembang (Lury, 1998: 225).
Melihat permasalahan mahasiswa dengan hiburan malam dari sudut pandang gaya hidup (life-style), David (1996 : 40-41) mengemukakan bahwa gaya hidup adalah pola-pola tindakan yang membedakan antara satu orang dengan orang lain. Gaya hidup tergantung pada bentuk kultural yang masing-masing merupakan gaya, tatakrama, cara menggunakan barang dan waktu tertentu yang merupakan karakteristik suatu individu dalam kelompok, namun bukanlah suatu pengalaman sosial, akan  tetapi lebih cenderung kepada seperangkat praktik dan sikap-sikap yang masuk akal dalam konteks tertentu. Hal tersebut dapat dilihat pada kegiatan mahasiswa ataupun mahasiswi sebagai aktor utamanya di dalam mengekspresikan diri mereka terhadap hiburan malam itu sendiri.
Gaya hidup mahasiswa menikmati hiburan malam tentunya karena ada alasan yang mendasari mereka, baik itu dari segi pergaulan, prinsip dari masing-masing pribadi, maupun strata gaya hidup mahasiswa, dimana memang si mahasiswa tersebut memiliki materi yang cukup untuk memasuki gaya hidup tersebut.Selain itu hiburan malam seringkali menghadirkan citra negatif di kalangan masyarakat awam. Hal tersebut dikarenakan banyak dari para pelaku gaya hidup ini yang cenderung bersikap anti sosial terhadap lingkungan tempat tinggal mereka sendiri. Dan banyak pula kasus-kasus penyimpangan terhadap norma-norma yang seringkali dilakukan oleh para peminat hiburan tersebut seperti free sex, mengkonsumsi narkoba, mabuk-mabukan,hingga tindakan kriminal seperti pencurian yang dilakukan para pelakunya agar senantiasa bisa menikmati hiburan tersebut. Apalagi dampak negatifnya bagi mahasiswa bisa membuat kepentingan akademik mereka menjadi terbengkalai dikarenakan berbagai faktor seperti biaya hidup menipis, kondisi kesehatan menurun, dan rasa kelelahan yang membuat mereka malas untuk mengikuti perkuliahan di kampus.Sebenarnyahiburan malam sejenis ini bisa menjadi alternatif pelepas kejenuhan bagi paramahasiswa tanpa harus berdampak negatif pada diri mahasiswa sendiri jika bisa mengikutinyasecara bertanggung jawab dan tidak berlebihan (http:// kompasiana.com/pengaruh-gaya-hidup-dugem-kalangan-mahasiswa-di-yogyakarta-442569.html)
5.      Motivasi
Motivasi berarti sesuatu hal yang menimbulkan dorongan atau keadaan yang menimbulkan dorongan. Jadi motivasi dapat pula diartikan faktor yang mendorong orang untuk bertindak dengan cara tertentu (Manullang, 1982). Secara leksikal motivasi berarti kecenderungan didalam diri seseorang secara sadar atau tidak sadar melakukan tindakan dengan tujuan tertentu, atauusaha-usaha yang menyebabkan seseorang atau kelompok orang tergerak untuk melakukan sesuatu karena ingin mencapai tujuan yang dikehendaki. (As’ad 1991).
Motivasi adalah hasil proses-proses yang bersifat internal atau eksternal bagi seseorang individu yang menimbulkan sikap entusias dan persistensi untuk mengikuti arah tindakan-tindakan tertentu (Winardi, 2002).
Ada beberapa teori tentang motivasi, namun teori motivasi yang paling mendasar adalah Teori Kebutuhan yang dicetuskan oleh Abraham Maslow (Hasibuan, 2001). Teori Motivasi yang dikembangkan oleh Maslow pada intinya berkisar pada pendapat bahwa manusia memiliki lima tingkat atau hierarkhi kebutuhan yaitu:
a.        Kebutuhan fisiologis (physiological needs), yaitu kebutuhan jasmani seperti makan, minum, pakaian, tempat untuk bernaung.
b.        Kebutuhan rasa aman (safety needs), tidak hanya dalam arti perlindungan fisik, namun juga dari segi mental, psykologikal dan intelektual.
c.        Kebutuhan kebutuhan sosial (social needs) termasuk kebutuhan bergaul, berteman, diakui dan diterima dalam suatu kelompok/masyarakat.
d.       Kebutuhan akan harga diri (esteem needs) yaitu kebutuhan untuk menghargai diri sendiri dan dihargai orang lain, terutama sehubungan dengan apa yang dilakukannya: harga diri, prestise.
e.        Aktualisasi diri (self actualization) dalam arti kebutuhan untuk mendapatkan kepuasan diri dengan mengembangkan potensi kemampuan dan bakat yang dimiliki secara maksimal.

Mc Intosh dan Goeldner dalam (Cooper, 1993) mengemukakan bahwa motivasi dapat dikelompokkan menjadi empat, yaitu:
a.        Motivasi fisik, yaitu motivasi dilakukan untuk tujuan kesehatan, penyegaran tubuh, olah raga, dan menikmati waktu senggang dengan tujuan untuk mengurangi tekanan pada aktifitas rutin.
b.        Motivasi Budaya, yaitu motivasi dilakukan dengan tujuan ingin mengetahui kebudayaan dari suatu daerah, seperti cara hidup, musik, kesenian, tari-tarian, dan hal-hal yang unik dan asli dari suatu kebudayaan.
c.        Motivasi Interpersonal, seperti melihat teman, kerabat maupun pencerahan rohani.
d.       Status atau prestise, yaitu motivasi yang dilakukan untuk pendidikan, ilmu pengetahuan, mendapat pengakuan atau perhatian orang lain.
Teori motivasi relevan digunakan dalam penelitian ini karena terkait dengan faktor-faktor pendorong bagi Mahasiswa untuk mengunjungi tempat hiburan malam. Motivasi yang dimiliki nantinya akan berpengaruh terhadap bagaimana produk dan pelayanan yang diterima akan mempengaruhi persepsinya terhadap produk dan pelayanan tersebut.
Motivasi seseorang dalam menikmati hiburan malam didasarkan pada motif akan kepuasan dan kebutuhan akan kontak sosial. Hal tersebut tercermin pada adanya keinginan yang secara sengaja datang ke suatu tempat hiburan malam dengan selera masing-masing, sehingga mereka mau mengeluarkan biaya untuk membayar biaya masuk ke tempat hiburan tersebut. Hal lain yang menjadi motif untuk menikmati hiburan malam dikarenakan sarana yang disediakan memuaskan. Kebutuhan akan kontak sosial tercermin dari adanya keinginan untuk bertemu dengan rekan-rekannya. Menurut Teori Behaviorisme ”Law of Effects” dalam Handoko (1992) perilaku yang tidak mendatangkan kesenangan tidak akan diulangi. Jadi, seseorang tidak akan menikmati atau menggunakan sarana tempat hiburan malam, bila hal tersebut dianggap tidak memberikan kepuasan pada kebutuhannya. Motivasi mendorong untuk menikmati hiburan malam merupakan suatu pemuasan akan kebutuhannya (Rakhmat, 2000).


B.     METODE PENELITIAN
Metode penelitian adalah suatu cara yang dipergunakan untuk melakukan penelitian sehingga mampu menjawab rumusan masalah dan tujuan penelitian. Metode penelitian pada dasarnya merupakan cara ilmiah untuk mengumpulkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu. Cara ilmiah berarti kegiatan penelitian itu didasarkan pada ciri-ciri keilmuan yaitu rasional, empiris dan sistematis. Menurut Soerjono Soekanto (1990:457), penelitian merupakan suatu kegiatan yang dilandaskan pada analisis dan kontruksi yang dilakukan secara sistematik, metodologis, dan konsisten.
1.      Subyek Penelitian
Subyek penelitian merupakan informen yang dijadikan sumber penggalian data-data mengenai obyek yang diteliti. Adapun yang menjadi subyek dalam penelitian ini dapat dikategorikan sebagai berikut :
-          Mahasiswa pengunjung Planet Pool Centre sebanyak 12 orang
-          Pihak Pengelola planet pool centre sebanyak 6 orang
2.      Lokasi Penelitian
Lokasi penelitian adalah tempat di mana penelitian akan dilakukan oleh seorang peneliti. Adapun yang menjadi lokasi dalam penelitian ini adalah Planet Pool Centre, Jalan Urip Sumoharjo, No 139, Yogyakarta.

3.      Obyek Penelitian
Obyek merupakan apa yang hendak diselidiki di dalam kegiatan penelitian. Oleh sebab itu obyek dalam penelitian ini adalah perilaku mahasiswa pengunjung hiburan malam.

a.      Definisi Konsep
Dalam penelitian, seorang peneliti menggunakan istilah yang khusus untuk menjelaskan secara tepat hal yang akan ditelitinya. Konsep adalah abstraksi mengenai sesuatu yang di rumuskan atas dasar penalaran dari sejumlah karakteristik kejadian, keadaan, kelompok atau individu tertentu (Singarimbun dan Effendi, 1989:32).  Mely G. Tan (dalam koentjoroningrat, 1997:30) menyatakan bahwa suatu penelitian berusaha melihat dan menggambarkan atau melukiskan secara sistematis, faktual dan akurat tentang fakta-fakta, sifat-sifat, serta hubungan antara fenomena yang diteliti agar ruang lingkup dan batas persoalan dalam penelitian ini tidak meluas.  Konsep dalam penelitian ini diuraikan sebagai berikut :
1)      Perilaku : Perilaku merupakan hasil dari segala pengalaman serta interaksi manusia dengan lingkungannya yang terwujud dalam bentuk pengetahuan, sikap dan tindakan.
2)      Mahasiswa : Mahasiswa adalah sekumpulan individu yang mengikuti proses belajar mengajar dalam suatu instansi baik itu negeri ataupun swasta. Untuk menjadimanusia-manusia yang berintelektual dan berguna bagi diri sendiri dan masyarakat umum dilingkungannya tersebut.
3)      Perilaku Mahasiswa : Perilaku mahasiswa merupakan segala macam pengalaman serta interaksi mahasiswa dengan lingkungannya yang terwujud dalam bentuk pengetahuan, sikap dan tindakan yang dilakukan olehseseorang yang menuntut ilmu dan terdaftar secara resmi di suatu Perguruan Tinggi.
4)      Hiburan Malam : Hiburan malam adalahsuatu kegiatan yang ditujukan untuk memberikan kesenangan bagi orang-orang agar dapat menghilangkan kejenuhan dari berbagai ativitasnya dan dari berbagai perasaan tidak enak atau susah yang sedang dirasakan orang-orang tersebut, yang ada pada malam hari.

b.      Definisi Operasional
Menurut Masri Singarimbun (1989:46), definisi operasional adalah salah satu unsur yang sangat membantu hubungan antara peniliti yang merupakan petunjuk tentang bagaimana suatu variabel diukur. Dengan membaca definisi operasional pada suatu penelitian, seorang peneliti akan mengetahui baik buruknya pengukuran tersebut. Dengan kata lain, definisi operasional adalah semacam petunjuk pelaksanaan bagaimana caranya mengukur suatu variabel. Adapun menurut Mohammad Nasir (1998:246) definisi operasional adalah suatu definisi yang diberikan kepada suatu variabel dengan cara memberikan arti atau menspesifikasikan kegiatan ataupun memberikan suatu operasional yang diperlukan untuk mengukur variabel tersebut. Definisi operasional dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
1)      Aktivitas mahasiswa pengunjung hiburan malam
a)      Adanya kesenangan
b)      Adanya kepuasan
2)      Penyebab mahasiswa mengunjungi hiburan malam
a)      Mengikuti ajakan teman
b)      Kebutuhan akan kontak sosial
c)      Gaya Hidup
3)      Pengaruh hiburan malam terhadap kegiatan mahasiswa di kampus
a)      Ada tidaknya tindakan menyimpang
b)      Keseharian mahasiswa ketika berada di lingkungan kampus

E.     Teknik Pengumpulan Data
Suatu penelitian, baik dalam  mengumpulkan data maupun dalam pengolahan data, pastilah mengharuskan adanya metode yang jelas, sistematis dan terarah. Metode merupakan cara kerja untuk memahami obyek yang menjadi sasaran ilmu yang dikaji (Taufik dan Karim, 1989:5). Pengumpulan data dilakukan dengan cara:
1.      Observasi
Observasi atau pengamatan adalah kegiatan manusia dengan menggunakan mata dan panca indra lainnya seperti telinga, penciuman, mulut dan kulit. Karena itu, observasi adalah kemampuan seorang untuk menggunakan pengamatannya melalui hasil kerja pencarian mata serta dibantu dengan pancaindra lainnya (Burhan Bungin, 2008: 115). Jadi dapat disimpulkan bahwa observasi adalah suatu cara pengumpulan data dengan jalan pengamatan secara langsung mengenai obyek penelitian.
Dalam menggunakan metode observasi peneliti  mengamati tindakan, aktifitas, relasi mahasiswa dengan hiburan malam yang dinikmati, pada salah satu tempat di kota Yogyakarta yaitu tempat billiard Planet Pool centre.

2.      Wawancara
Wawancara adalah metode pengumpulan data dengan melakukan tanya jawab secara lisan atau tulisan dengan responden. Dalam hal ini, penulis melakukan wawancara dengan mahasiswa pengunjung planet pool centre dan pihak pengelola yang berada di lokasi penelitian. Menurut Singarimbun (1989:198), melalui wawancara peneliti dapat menggali informasi lebih dalam sehingga diperoleh jawaban yang lebih khusus dan lebih tepat.
Mengingat latar belakang kehidupan mahasiswa yang berada di Yogyakarta berasal dari daerah dan suku yang berbeda-beda. Untuk cara kerja peneliti sendiri terjun kelapangan melihat sendiri kondisi untuk mewawancarainya.

3.      Dokumentasi
Dokumentasi berasal dari kata dokumen, yang artinya barang-barang tertulis. Menurut Winarno Surachmad (1982:184), pengertian dokumentasi sebagai laporan tertulis dari suatu peristiwa yang isinya terdiri atas penjelasan dan pemikiran terhadap peristiwa itu dan tertulis dengan sengaja untuk menyimpan atau meneruskan keterangan atau peristiwa tersebut. Metode ini merupakan pengambilan data berdasarkan dari dokumen-dokumen, foto atau catatan-catatan resmi yang ada dilokasi penelitian untuk melengkapi data-data yang dibutuhkan.

F.     Teknik Analisis Data
Analisis data merupakan suatu langkah yang sangat kritis dalam penelitian. Analisis merupakan faktor penting dalam penelitian. Maksud analisis adalah proses menghubung-hubungkan, memisahkan dan mengelompokkan antara fakta yang satu dengan fakta yang lain, sehingga dapat ditarik kesimpulan sebagai akhir pembahasan.
Data-data yang telah terkumpul agar mudah ditarik kesimpulan maka diolah dalam bentuk analisis deskriptif yaitu suatu upaya menggambarkan atau melukiskan keadaan atau obyek penelitian dengan mengemukakan gejala-gejala secara lengkap didalam aspek yang diselidiki, agar jelas keadaan atau kondisinya pada saat sekarang berdasarkan fakta-fakta yang tampak atau sebagaimana adanya (Nawawi, 1995:111 ).
Teknik menganalisis data yang harus dilakukan oleh peneliti adalah menggunakan model analisis jalinan atau mengalir yang dalam pelaksanaan penelitian ada 3 (tiga) komponen yang saling berkaitan dan berinteraksi yang tidak bisa dipisahkan, yaitu:

1.      Reduksi Data
Reduksi data berupa pokok-pokok temuan yang penting dalam arti inti pemahaman segala peristiwa yang dikaji.

2.      Sajian Data
Berupa cerita sistematis yang logis dengan suntingan penelitian supaya makna peristiwa lebih jelas dan dipahami.

3.      Penarikan Kesimpulan dan Verifikasi
Pada waktu pengumpulan data berakhir peneliti mulai melakukan usaha untuk menarik kesimpulan dan verifikasinya berdasarkan semua hal yang terdapat dalam reduksi maupun sajian data.Bila kesimpulan kurang mantap karena kurangnya rumusan dalam reduksi maupun sajian data, maka peneliti kembali melakukan pengumpulan data yang sudah terfokus untuk mendukung kesimpulan yang adadan juga bagi pendalaman data.Berikut adalah gambar dari teknik analisis data:
(Sumber: H. B. Sutopo, 2002: 96)
Gambar 1.1. Teknik Analisis Data
BAB II
DESKRIPSI WILAYAH

A.    Sejarah Berdirinya Planet Pool Centre
Planet Pool Centre sebagai salah satu perusahaan yang bergerak dalam bidang tempat hiburan dalam bentuk rumah billiard dan sudah cukup lama berdiri di Yogyakarta. Pelopor pendiri Planet Pool Centre adalah Bapak Polim Tito, beliau juga adalah atlet billiard, maka dari itu bisnis billiard ini merupakan bukti kecintaan beliau terhadap olahraga yang mengandalkan strategi dan konsentrasi ini. Planet Pool Centre didirikan pada tanggal 8 April 2006 yang berlokasi di Jl. Urip Sumoharjo No.139 Yogyakarta yang hingga saat ini masih tetap eksis di dalam bisnis rumah billiard.Dibangun dengan konsep gedung yang sederhana namun sesuai dengan kegunaannya. Suasana yang dibuat di Planet Pool Centre adalah suasana yang sporty, ini terbukti dari display meja yang diatur sedemikian rupa sehingga jarak antara meja satu dengan lainnya tidak terlalu dekat sehingga tidak mengganggu, kualitas dari meja billiard yang disediakan, dan yang berbeda dari Planet Pool Centre adalah selalu mengadakan tournament-tournament bergengsi di hampir setiap bulannya.
Tournament diadakan terbuka untuk para peminat billiard, biasanya setiap tournament yang diadakan akan diumumkan terlebih dulu klasifikasi pemain yang boleh ikut mulai dari kelas amatir sampai professional. Ajang ini dimanfaatkan Planet Pool Centre sekaligus untuk mencari siapa orang yang berbakat di dalam olahraga billiard, yang kemudian akan direkomendasikan untuk menjadi atlet billiard tingkat provinsi bahkan tidak menutup kemungkinan untuk tingkat nasional. Perusahaan rumah billiard di Yogyakarta pada umumnya berada di bawah naungan POBSI (Persatuan Olahraga Billiard Seluruh Indonesia). Bapak Polim sendiri adalah mantan pengurus POBSI, maka tidak heran apabila Planet Pool Centre sudah bisa memegang target pasar untuk para peminat billiard di Yogyakarta.
Planet Pool Centre terletak di Jalan Urip Sumoharjo dan merupakan tempat yang sangat strategis untuk dijangkau bagi mereka yang ingin mengunjungi Planet Pool Centre Ini karena Planet tepat berada di pinggir jalan raya solo, jalan utama penghubung Jogja-Solo. Didepannya terdapat bioskop terkenal di Yogyakarta yaitu XXI, sehingga memudahkan orang-orang untuk mengetahui letak Planet Pool Centre.Planet Pool Centre memiliki kurang lebih 65 orang karyawan, dan masing-masing dari mereka memiliki latar belakang pendidikan mulai dari tingkat SMA, SMK atau sederajat, dan S1. Jika dalam presentase lulusan S1 sekitar 20%, lulusan SMA dan sederajat mencapai 80%.Mereka adalah karyawan dan karyawati yang memiliki kemampuan dalam bidang manajemen, juga paham organisasi. Sehingga ketika mereka melamar dan kemudian menjalani proses interview sudah memiliki kemampuan tersebut, dan kemudian akan melalui proses masa training sekitar satu bulan bagi calon pegawai, ini ditujukan agar tidak salah dalam penempatan kerja.
Planet Pool Centre juga memperhatikan hubungan antara pegawai dan perusahaannya. Aktivitas internal perusahaan sering dilakukan guna menjalin hubungan yang harmonis dan mempererat tali persaudaraan dalam berbagai hal seperti : melaksanakan rapat setiap harinya untuk mengevaluasi dan memberikan informasi yang terkini tentang semua kegiatan setiap harinya, mengadakan acara ulang tahun karyawan, liburan di hari tertentu yang sudah disepakati bersama tentunya. Apabila terjalin hubungan yang harmonis dalam lingkungan perusahaan, maka secara otomatis akan berdampak positif kepada semua orang yang ada di lingkungan tersebut.

B.     Visi dan Misi Planet Pool Centre
Visi planet pool centre adalah berusaha menjadi salah satu rumah billiard yang dapat menarik hati masyarakat dan mudah untuk dijangkau oleh konsumen.
Misi planet pool centre adalah memberikan sarana untuk bermain billiard bagi para pecinta olahraga billiard. Serta memberikan kenyamanan kepada pelanggan dengan fasilitas yang diberikan, sehingga diharapkan adanya loyalitas dari konsumen.

C.    Struktur Organisasi Planet Pool Centre
Dalam kegiatannya Planet Pool Centre disetiap bagiannya masing-masing memiliki tugas dan tanggung jawab yang berbeda antara yang satu dengan yang lainnya, berikut  struktur organisasi dari Planet Pool Centre,

Gambar II.1
Struktur Organisasi Planet Pool Centre

Owner(Polim Tito)

General Manager (Agustinus Wahyu A.)

Supervisor(Galih Jayanto)

Wakil Supervisor (Guntur)

Marketing Operasional (Agus)

Kapten



 


Koki         Pemandu        Waiters           Security          Cleaning Service         Kasir

Kapten ;
Staf I :- Akhit
-   Bowo
-   Faisal
Staf II :  - Andi
-  Ari
-  Kevin

Sumber data :Data Primer, 2015



Deskripsi tugas tiap divisi :
1. Owner :        
Merupakan pemilik dan penyandang dana dari Planet Pool Centre.
2. General Manager :
a. Merencanakan strategi implementasi atas kebijakan perusahaan secara menyeluruh agar dapat dijalankan secara optimal.
b.Memonitor pelaksanaan kebijakan dan strategi perusahaan serta memastikan kelancaran peelaksaannya agar dapat berjalan secara maksimal dan tepat.
c. Mengevaluasi dan menganalisa hasil implementasi strategi perusahaan serta mencari usulan atas pemecahan masalah yang tiimbul.
3. MarketingOperasional :
a. Mengkomunikasikan / mempromosikan perusahaan kepada lembaga-lembaga pemerintah maupun perusahaan.
b. Mengarahkan, mengorganisir dan penngawasana terhadap seluruh kegiatan yang ada di Planet Pool Centre.
c. Mengangkat karyawan, membuat peraturan dan kebijakan ketenagakerjaan yang diberlakukan terhadap seluruh karyawan.
d. Membuat tugas mengenai pembagian tugas, wewenang dan tanggung jawab.
4. Supervisor :
a. Melakukan supervise langsung terhadap tim yang dibawahinya.
b. Mendisiplinkan karyawan sesuai dengan ketentuan / peraturan yang berlaku di perusahaan.
c. Bertanggung jawab atas keselamatan kerja dan standard kebersihan lingkungan kerja.
5. Wakil Supervisor :
Memiliki tugas yang sama dengan supervisor, hanya saja apabila supervisor sibuk maka wakil supervisor akan menanganinya.
6. Kapten :
Bertanggung jawab di lapangan dan memimpin para pemandu. Di Planet ada tiga kapten yang ditugaskan dua shift dalam satu hari.
7. Pemandu :
Melayani langsung pengunjung yang bermain billiard di Planet.Mulai dari menyusun bola, mengambilkan bola putih yang jatuh, bahkan menemani konsumen bermain.
8. Kasir :
a. Melakukan transaksi pembayaran secara langsung.
b. Mencatat fisik kas yang diterima dan melaporkannya secara harian dalam buku standar yang sudah dibuat.
9.Cleaning Service :
a. Membersihkan dan merapikan peralatan billiard.
b. Membersihakn lantai karpet di tiap lantai (secara bergilir).
c. Mengirim / mengambil dokumen antar divisi.
d. Melayani permintaan fotokopi/faksimili atau lainnya.
e. Membuang sampah yang ada di area Planet Pool Centre.
10. Koki :
Bertanggung jawab atas operasional dapur, juga pengadaan dan pelaksanaan di dapur yang berhubungan dengan segala macam makanan maupun minuman.
11. Waitress :
a. Memiliki tugas mencatat orderan, dan melayani costumer yang ingin memesan makanan atau minuman.
b. Memeriksa stok makanan dan minuman setiap harinya.
c. Membuat rekap akhir pendapatan setiap shift.
12. Security :
Bertugas menjaga keamanan di Planet Pool Centre dan sekitarnya.

D.    Fasilitas yang tersedia di Planet Pool Centre
Planet Pool Centre merupakan rumah billiard yang menyediakan sarana olahraga billiard, mulai dari meja billiard, stick billiard, sarung tangan billiard, dan sebagainya. Selain itu Planet Pool Centre juga memiliki kafe dan beberapa program-program kegiatan untuk menarik para konsumen seperti diadakannya turnamen-turnamen.



1.      Kafe
Kafe terletak di lantai satu dan merupakan tempat yang nyamanuntuk bersantai.Di kafe ini pengunjung bisa memesan berbagai macammenu hidangan mulai dari makanan ringan sampai makanan berat sepertinasi goreng, kwetiau, bistik, bakso, roti bakar, dan banyak lagi.Di kafe inijuga menyediakan berbagai macam jenis minuman mulai dari minuman ringan bersoda bahkan minuman hangat seperti aneka pilihan kopi.
2.      Entertainment
Selain makanan dan minuman yang disajikan di Planet Pool Centre, terdapat juga beberapa program-program khusus yang dilakukanPlanet Pool Centre untuk menarik minat pelanggannya.Program-programtersebut mulai dari program regular, annual event, serta special event.Berikut program-program yang ada di Planet Pool Centre :

a. Program Regular
“Free For Ladies” merupakan program yang ada setiap hari kamisdan minggu. Untuk hari kamis dimulai dari jam 17.00 – 21.00 wib,sedangkan untuk hari minggu dimulai dari pukul 17.00 – 22.00wib. Program ini diadakan Planet Pool Centre untuk menarik pelanggan khususnya wanita.
b.  Programannual event
Merupakan program Planet Pool Centre yang diadakan setahun sekali dengan mengambil moment-moment penting seperti tahun baru, valentine, anniversary, dsb.
c. Program special event
Tournament merupakan special event yang dimiliki Planet Pool Centre, mulai dari tournament tingkat lokal sampai pada tournament tingkat nasional.Turnamen biasanya diadakan minimal tiga kali dalam setahun.

E.     Penentuan Harga
Harga merupakan salah satu bagian yang sangat penting dalam pemasaran suatu produk.Harga merupakan suatu nilai tukar dari produk barang maupun jasa yang dinyatakan dalam satuan moneter.Harga merupakan salah satu penentu keberhasilan suatu perusahaan, karena harga menentukan seberapa besar keuntungan yang akandiperoleh perusahaan dari penjualan produknya baik berupa barang maupun jasa. Perusahaan menetapkan harga sesuai dengan segmentasi pasar Planet Pool Centre yaitu golongan menengah ke atas.Selain itu juga diimbangi dengan fasilitas maksimal yang diberikan perusahaan kepada pelanggannya.Berdasarkan hal ini, maka perusahaan berani untuk memberikan harga sedikit lebih tinggi dibandingkan dengan rumah billiard lainnya. Berikut daftar harga di Planet Pool Centre :

Tabel II.1
Tarif Harian Billiard di Planet Pool Centre
Lantai
No. Meja
Happy Hour
Reguler
1
1 – 15
Rp. 15.000,00
Rp. 18.000,00
2
16 – 33
Rp. 15.000,00
Rp. 18.000,00
3
34 – 50
Rp. 15.000,00
Rp. 18.000,00
            Sumber data :Inventaris Planet Pool Centre (2015)


Karakteristik konsumen Planet Pool Centre adalah orang-orang yang aktif, dinamis, suka bergaul, suka nongkrong, selalu ingin mencoba hal baru dan gemar olah raga billiard tentunya.Kemudian sasaran konsumen yang di bidik Planet Pool Centre adalah para usahawan, mahasiswa dan wisatawan. Berikut merupakan tabel yang menunjukkan prosentasi pengunjung yang datang ke Planet Pool Centre :

Tabel II.2
Data Pengunjung Planet Pool Centre 2015

No
Jenis Pekerjaan
Usia
Presentase
1
Mahasiswa & Pelajar
17-25 tahun
80 %
2
Usahawan
28-40 tahun
10 %
3
Wisatawan
25-40 tahun
10 %
Sumber : Wawancara dengan General Manager PPC




BAB III
ANALISIS DATA
Padabab ini, peneliti akan memaparkan hasil penelitian dan analisis data yang dilakukan mengenai Perilaku Mahasiswa Pengunjung Hiburan Malam. Analisis dari hasil penelitian adalah sebagai jawaban atas pertanyaan yang diajukan di dalam mengidentifikasi suatu permasalahan yang disajikan dalam bentuk analisis dan diinterpretasikan atas data yang diperoleh dan dikumpulkan dari penelitian di lapangan dengan mengunakan data yang berasal dari hasil pengamatan, wawancara, dan dokumentasi.     
Adapun tujuan dari analisis data adalah untuk menyederhanakan data ke dalam bentuk yang lebih mudah dibaca dan di mengerti  sehinggga maksud dan tujuan dapat dipahami  dengan jelas dan transparan.
Sebelum melakukan pembahasan pada hasil penelitian dan analisis data, peneliti akan mendeskripsikan informen terlebih dahulu.

A.           Deskripsi Informan
Dalam penelitian ini, peneliti mengumpulkan informasi dari 18 (delapan belas) orang informen.Terdiri dari 12(dua belas) orang mahasiwa yang menurut kami telah memenuhi kriteria karena mereka itulah yang kami lihat sering main ke PPC dan 6 (enam) orang pihak pengelola PPC.Adapun identitas informen kami sajikan dalam bentuk tabel sebagai berikut.






1.             Identitas Informan Pengunjung Hiburan Malam  
Tabel III.1
Identitas Informan Pengunjung Hiburan Malam

No.
Nama
Umur
Jenis Kelamin
Perguruan Tinggi
Semester
1.
M Abror
25 tahun
L
ISTIPER
8
2.
Mima Suri
23 tahun
P
AMIKOM
8
3.
Angraini
21 tahun
P
STIE
4
4.
Nai
22 tahun
P
STIPRAM
6
5.
Ahmadi
21 tahun
L
STIPRAM
4
6.
Guntur
20 tahun
L
STIPRAM
2
7.
Rian
24 tahun
L
UPN Veteran
6
8.
Mia
22 tahun
P
UNRIO
4
9.
Maikel
24 tahun
L
UNRIO
8
10.
Adi
20 tahun
L
UST
2
11.
Tio
22 tahun
L
AMIKOM
6
12.
Restu
21 tahun
L
UNY
6
Sumber : Data Primer, 2015
Dari data tabel III.1 di atas dapat di lihat bahwa pengunjung PPC merupakan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi yang ada di Yogyakarta. Mayoritas mahasiswa yang mengunjungi PPC adalah laki-laki yaitu sebanyak 8 orang dan perempuan  hanya 4 orang. Hal tersebut dibuktikan pada saat kami melakukan penelitian selama di PPC, pengunjung perempuan memang sangat sedikit.Di karenakan peminat billiard dikalangan perempuan tidak begitu besar.Adapun umur merekapun bervariasi mulai dari umur 20 tahun sampai umur 25 tahun. Mereka merupakan mahasiswa yang sangat aktif berkunjung ke PPC, jika melihat dari semester yang di tempuh sebagian dari mereka memang ada yang sedang dalam proses penyelesaian skripsi. Oleh sebab itu banyak waktu luang yang mereka gunakan untuk bersenang-senang menikmati hiburan tanpa harus memikirkan kuliah keesokan harinya.Sedangkan yang masih aktif kuliah, merekapun juga tetap eksis menikmati hiburan walaupun esok harinya ada jadwal masuk kuliah.
2.             Identitas Informan Pengelola PPC
Tabel III.2
Identitas Informan Pengelola PPC
No.
Nama
Umur
Jenis Kelamin
Tingkat Pendidikan
Jabatan
1.
Agustinus W.
28
L
S1
General Manager
2.
Galih J.
30
L
D3
Supervisor
3.
Akhit
31
L
SMK
Kapten
4.
Ari
29
L
SMK
Kapten
5.
Sandy
23
L
SMK
Pemandu
6.
Fajar
24
L
SMK
Pemandu
Sumber : Data Primer, 2015
Dari data tabel III.2 di atas dapat di lihat dari tingkat pendidikan, mayoritas dari mereka adalah lulusan sekolah menengah kejuruan.Selain itu 2 diantaranya yaitu mas Adi manager lulusan S1 dan Galih lulusan D3. Untuk General Manager memang diperlukan seseorang dengan lulusan perguruan tinggi sama hal nya dengan Supervisor, karena jabatan yang mereka pegang membutuhkan pengalaman serta kemampuan yang sesuai dengan bidangnya. Sehingga mereka dapat bertanggungjawab atas apapun secara keseluruhan serta mengontrol bawahannya.Sedangkan untuk Kapten cukup dengan lulusan SMK sudah bisa bekerja sebagai Kapten.Kapten sendiri tugasnya untuk bertanggungjawab dilapangan dan mengawasi para pemandu.Peran penting pemandu menyusun bola billiard dan menemani pengunjung sampai selesai.Alasan kami memilih mereka sebagai informen adalah karena mereka yang lebih tau dan pastinya mampu memberikan semua informasi yang kami butuhkan, sebab mereka memiliki pengalaman yang cukup lama juga bekerja di PPC. Selain itu dari keseluruhan karyawan PPC 20% diantaranya merupakan mahasiswa tingkat akhir, atau dalam masa skripsi yang mengisi waktu luangnya untuk bekerja sebagai pemandu di PPC, dan mayoritas mereka mengambil sift pada malam hari.
B.     Perilaku Mahasiswa Pengunjung Hiburan Malam
Untuk lebih mudah dalam menjawab permasalahan yang diteliti, kami menggunakan beberapa indikator mengenai Perilaku Mahasiswa Pengunjung Hiburan Malam sebagai berikut:
1.      Aktivitas Mahasiswa Pengunjung Hiburan Malam
Dinamika mahasiswa atau hubungan dengan mahasiswa tidak lepas dari tiga sudut pandang untuk melihat interaksi sosial mahasiwa itu sendiri, dalam interaksinya mahasiwa biasa dilihat dalam tiga dunia kesehariannya, yaitu “mahasiwa di dunia kampus”, “mahasiwa di dunia kost”, “mahasiwa di dunia luar” yang dimaksud mahasiwa di dunia luar adalah mahasiswa yang beraktifitas tidak ada hubungan dengan dunia Universitas dan kesehariannya di kost, lebih kepada aktifitasnya jalan-jalan mencari hiburan dan refresing.Hiburan malam pun menjadi alternatif untuk melepas penat saat seharian beraktivitas.
a.      Adanya Kesenangan
Apabila berada ditempat hiburan malam, salah satu yang ingin dicapai oleh pengunjung adalah kesenangan.Karena hiburan malam adalah aktifitas yang ada saat malam tiba.Hiburan malam, tempat hiburan, dan para penikmatnya adalah satu paket pengisi dunia malam.Malam hari adalah milik mereka yang mencari kesenangan duniawi.Waktunya untuk bersantai dan menikmati hidup.Hal tersebut seperti yang di ungkapkan oleh pengunjung yang bernama Adi (20 tahun) :

Hiburan malam itu tempatnya untuk bersenang-senang, refresing, Biasanya sih pergi bukan hanya tempat billiard tapi ke kaffe atau sekedar jalan-jalan ke alun-alun, nol km, ya banyak lah. Kalau kesini ya aku main billiard,, ngobrol-ngobrol sama teman-teman sambil ngeliatin cewek kalo ada yang cantik,, (Data Primer, Mei 2015)

Pendapat yang hampir sama dengan Adi juga dikatakan pengunjung, Tio (22 tahun) :
Hiburan malam yang aku tau ya hiburan pada malam hari, refresing ya seperti dugem, santai senang-senang untuk ngilangin suntuk. Apalagi di sini ngumpul sama teman sambil main billiard sambil cerita-cerita, ngomongin masalah masing-masing. Selain disini kadang juga aku ke terracce kaffe atau liquid,,yaa nyenengin diri lah. (Data Primer, Mei 2015)


Pendapat yang juga sama diungkapkan Restu (21 tahun) :

Kalau dengar kata hiburan malam sih pasti sudah jelas,, hubungannya pasti senang-senang, santai, jalan-jalan dan pastinya di malam hari..disini aku selain main billiard ya ngobrol sama teman, kadang sambil ngutak-ngutik hp,, tapi ya ada aja yang di obrolin.. kalau aku sih lebih suka nongkrong ngumpul sama teman tu seringnya ditempat billiard,, enak aja. (Data Primer, Mei 2015)

Pendapat sama diungkapkan Rian (24 tahun) :

Hiburan malam itu sarana untuk refresing, tempat untuk menghilangkan rasa suntuk,, senang-senangbiasaya kesini tujuannya untuk bermain biliard, tapi kalau tidak main biasanya oline atau cuma sekedar duduk sama teman,, aku juga suka karoke.. (Data Primer, Mei 2015)

Hal sama dikatakan secara singkat oleh Mia (22 tahun) :

Hiburan malam itu tempat untuk senang-senang, disini ya main billiard dong,, hiburan lain yang aku sukain ya karoke, klabing di likuid,, (Data Primer, Mei 2015)

Pendapat yang hampir sama juga dikatakan oleh Abror (25 tahun) :

Hiburan malam tempat untuk main-main, senang-senang yaa nongrong,, aku sukanya nongkrong di tempat biliard dari pada di kaffe atau ditempat lain.. (Data Primer, Mei 2015)

Pendapat sama dikatakan Mima (23 tahun) :

Tempat untuk senang-senang,, refreshing sambil liat-liat orang baru,, biasanya sih kalau datengin tempat billiard sekedar ngeliat cowok-cowok keren,, siapa tau dapat gebetan.. selain kesini ya ketempat karoke, atau jalan-jalan ke Mall. (Data Primer, Mei 2015)

Pendapat sama dikatakan Anggraini (21 tahun) :

   Tempat menghabiskan waktu di malam hari, melihatin cowok-cowok, selain itu tempat hiburan malam lainya lebih disukai ke dunia gemerlap (dugem). (Data Primer, Mei 2015)

Pendapat sama di katakan Nai (22 tahun) :

Tempat senang-senang selain itu ikut bermain beliard, kalo tempat lain ya ke dunia gemerlap (dugem)(Data Primer, Mei 2015)

Pendapat sama dikatakan oleh Madi (21 tahun) :

Tempat mencari jaringan baru atau mencari cewek, buat happy aja,, selain kesini aku senang  karaoke, (Data Primer, Mei 2015)

Pendapat sama seperti dikatakan Guntur (20 tahun) :

Tempat melepas pikiran atau beban seharian dikampus, refreshing cari hiburan baru,,biasanya dunia gemerlap (dugem),, (Data Primer, Mei 2015)


Beberapa pernyataan diatas juga diperkuat oleh ungkapan mas Akhit (31 tahun) selaku Kapten :

Hiburan malam itu kan tujuannya untuk senang-senang, kalau menurut saya ya sah-sah aja kalau mahasiswa banyak yang suka..namanya juga anak muda,, rasa ingin tau nya itu masih sangat besar. Apalagi mahasiswa yang masih baru-baru.. (Data Primer, Mei 2015)


Dari hasil wawancara di atas dapat kita bahas bahwa Hiburan malam merupakan sarana mahasiswa untuk bersenang-senang, bersantai ngumpul dengan teman-teman sekedar ngobrol atau sharing dan merefresh pikiran mereka dari segala aktivitas yang mereka lalui pada siang harinya. Hal ini sesuai dengan teori yang di uraikan pada bab I sebelumnya bahwa Tempat hiburan malam adalah tempat atau suatu kegiatan yang ditujukan untuk memberikan kesenangan bagi orang-orang agar dapat menghilangkan kejenuhan dari berbagai aktivitasnya dan dari berbagai perasaan tidak enak atau susah yang sedang dirasakan orang-orang tersebut, yang ada pada malam hari.Sudah biasa kalau manusia memiliki keinginan ingin senang.Itu adalah hal yang wajar. Bagi para mahasiswa, setiap keinginan untuk senang-senang sering didapati dengan cara nongkrong bersama teman-temannya ditempat hiburan. Selain itu aktivitas yang mereka lakukan di tempat hiburan seperti PPC yaitu ada yang sibuk bermain billiard, ada yang sambil ngobrol dengan rekan-rekannya, adapula yang hanya sekedar ngikut teman nongkrong.

b.      Adanya Kepuasan
Dalam mengunjungi hiburan malam pasti ada kepuasan tersendiri yang mereka rasakan.Baik itu dari pelayanan yang diberikan oleh pengelola tempat hiburan, maupun fasilitas yang diberikan.Dengan segala fasilitas yang diberikan oleh pengola tempat hiburan tersebut, mahasiswa akan selalu mendapatkan kepuasan yang diinginkan oleh mereka. Seperti yang di ungkapkan oleh Rian (24 tahun) :

ya kepuasan apalagi kalau bukan main bilard sambil olahraga dan Yang pasti pelayanan bagus tempatnya juga nyaman dan luas. (Data Primer, Mei 2015)

Pendapat sama dikatakan Mia (22 tahun) :

yaaa kepuasannya bisa main biliard,disini ada gratisnya khusus untuk ladis, planet pool center tempatnya luas,ada 3 lantai jadi enak buat nongkrong.. (Data Primer, Mei 2015)

pendapat sama di katakan Abror (25 tahun) :

ok kepuasan yang di dapat mendapat diskon 10% menjadi member di PPC, pelayanannya juga bagus,, ramah juga karyawan-karyawannya.. (Data Primer, Mei 2015)

pendapat sama dikatakan Mima (23 tahun) :

yyya puas dengan pelayaan di ppc mesan minuman tidak menunggu lama sudah datang (Data Primer, Mei 2015)

pendapat sama dikatakan Angraini (21 tahun) :

puas merasakan suasana dengan musik-musik yang ada, serta karyawan ppc ramah-ramah,, (Data Primer, Mei 2015)

pendapat sama juga dikatakan Nai (22 tahun):

puas biasa main karena banyak kenalan d ppc, pelayanannya juga bagus dalam menyusun bola tidak menggu waktu yang lama. (Data Primer, Mei 2015)

pendapat sama dikatakan Ahmadi (21 tahun) :

kepuasan yang di rasakan pelayanan mbak-mbak nya baik, puas bisa berjam-jam disini sama teman-teman,,  (Data Primer, Mei 2015)

pendapat sama juga dikatakan Guntur (20 tahun) :

ya dengan sering main di ppc mendapat diskon 30% dengan menunjukan Kartu Tanda Mahasiswa (KTM) layanan ramah dan cepat saat menyususn bola beliard,, pokoknya puas lah.. (Data Primer, Mei 2015)

pendapat sama juga dikatakan Mia (22 tahun) :

biliard itu tempat untuk refrsing, sama seperti diskotik,, yaww kepuasannya bisa main biliard,disini ada gratinya kusus untuk ladis.,, gratisnya setiap malam jumat sama malam senin.. kan lumayan yaahh.. ( Data Primer, Mei 2015)

pendapat sama juga dikatakan Adi (20 tahun) :

tempat billiard ini kan hampir sama kaya hiburan malam lainnya ya,, semakin malam semakin rame dan ngantri,, makanya aku kesini biasanya mulai jam 7 udah booking tempat duluan. Jadi entar teman-teman nyusul gitu,, kalau disini puas yaa,, soalnya pelayanan bagus, ini pemandunya juga bersahabat,, kayak bisa diajak ngobrol gitu kalau lagi nunggu teman kan gak bete. (Data Primer, Mei 2015)

pendapat sama dikatakan Restu (21 tahun) :

tempat ini gada bedanya sama hiburan malam lain,, soalnya kalau tengah malam justru rame banget.. kalau masih jam 7 gitu masi sepi.. saya senang bermain disini, karena fasilitas yang disediakan sangat baik, dengan suasana tempatnya yang nyaman, makanandan minumannya enak, dan yang paling saya suka kualitas mejadi sini bagus, jadi kalau saya main bisa lebih maksimal danfokus. (Data Primer, Mei 2015)

pendapat sama juga dikatakan Tio (22 tahun) :

planet ini kan bukanya dari jam 12 siang sampai jam 4 subuh, tapi lebih rame tu kalau sudah tengah malam sampai subuh,,makanya sama kayak hiburan jadinya ya,, padahal kan billiard itu olahraga kan, tapi kalau malam kayak gini apalagi sampai tengah malam banget yaa bukan olahraga lagi namanya,, hee,, aku kalau disini itu ya ngerasa puas sama pelayanannya,, lagian aku juga ada yang dekat sama kaptennya,, jadi ya sering aja kesini. (Data Primer, Mei 2015)

pendapat-pendapat diatas juga diperkuat dengan pernyataan Agustinus (28 tahun) selaku General Manager PPC :

untuk memanjakan pengunjung kami selalu berusaha memberikan pelayanan sebaik mungkin,, kalau saya jarang berada disini, apalagi malam. Saya kesini hanya pada siang hari itupun Cuma beberapa jam..sebentar lagi saya harus pergi, karena yang saya urus kan kebetulan bukan hanya planet pool tapi juga planet futsal. Jadi saya tidak terlalu memperhatikan bagaimana kepuasan pengunjung. Justru saya lebih banyak waktu di planet Futsal..Tetapi selama ini saya tidak pernah mendapat laporan mengenai ketidakpuasan pelanggan.Itu artinya pelayanan kami sangat diterima baik oleh pengunjung. (Data Primer, Mei 2015)

Adapun pendapat serupa dikatakan Sandy (23 tahun) selaku Pemandu :

Kami ndak memberikan pelayanan khusus walaupun member atau non member pelayanan tetap sama..yang beda kan hanya jumlah pembayarannya aja.. kalau masalah kepuasan pelanggan yaa itu prioritas utama,, dan memang pelanggan harus puas.. dan sudah tugas kami memberikan kepuasan pada pelanggan. Lagian kan saya juga mahasiswa,, jadi kadang kan ada pelanggan yang kesini sendiri,, saya ajak ngobrol,, sharing tentang perkuliahan,, dan mereka juga wellcome,,jadi ya seru-seruan lah. Pengunjungnya juga asik-asik,, dan setau saya ndak pernah ada yang komplain masalah pelayanan. (Data Primer, Mei 2015)

Berdasarkan kutipan jawaban wawancara diatas mengenai kepuasan pengunjung PPC dapat diketahui bahwa secara keseluruhan mahasiswa pengunjung PPC memang mendapatkan kepuasan yang mereka inginkan selama berada di tempat tersebut.Rata-rata dari mahasiswa yang mengunjungi PPC kepuasan yang mereka dapat adalah melalui pelayanan yang diberikan. Selain itu bagi pengunjung wanita, kepuasan yang didapat karena adnya gratisan yang diberikan PPC yaitu event Free For Ladies yang diadakan setiap Kamis dan Minggu. Tidak heran jika sampai saat ini pengunjung PPC semakin bertambah dan selalu eksis.Padahal industri tempat hiburan di Yogyakarta sudah sangat banyak, bisa dilihat dengan banyaknya gedung-gedung baru yang dibuat seperti kaffe, tempat billiard dan lain sebagainya. Tetapi itu semua tidak membuat planet pool centre padam, justru pihak pengelola selalu berusaha memberikan pelayan sebaik mungkin kepada para pelanggannya. Seperti yang mereka ungkapkan bahwa mereka tidak pernah mendapatkan komentar negatif dari para pelanggan mengenai pelayanan yang mereka berikan.

2.      Penyebab Mahasiswa Mengunjungi Hiburan Malam
Setelah kita melihat aktivitas yang dilakukan oleh mahasiswa pengunjung hiburan malam seperti yang di uraikan sebelumnya, kita tentu ingin tau hal-hal yang menjadi penyebab ramainya mahasiswa mengunjungi tempat hiburan malam tersebut.
a.      Mengikuti ajakan teman
Tidak semua orang mau pergi ketempat hiburan malam seorang diri, pastinya mereka membawa satu atau dua rekannya untuk diajak menikmati hiburan malam.Tapi tidak menutup kemungkinan banyak juga pengunjung yang rela pergi sendiri, mungkin karena memang ingin sendiri atau tidak ada yang bisa diajak.Selain itu ada juga yang karena terpaksa mengikuti ajakan dari temannya. Seperti yang dikatakan oleh Tio (22 tahun) :

Aku biasanya kesini sama teman,, kalau sendirian sih gak pernah..ngapain sendiri mending di kost,,hahaa.. gak nentu sih kalau aku kesini tu,, kalau lagi pengen dan ada yang ngajak yaa kesini,,walaupun gak liburan juga aku kesini. Tapi kadang kalau aku lagi males jalan,, terus ada aja teman yang maksa ikut yaa mau gak mau ikut,, gak enak juga nolak. (Data Primer, Mei 2015)

Pendapat sama juga dikatakan Mima (23 tahun) :

Kesini ya sama teman-teman rame,, sering si kesini ga nentu juga hari nya, iya kalau tidak diajak teman malas pergi ke tempat beliard sendirian. (Data Primer, Mei 2015)

Pendapat sama dikatakan Mia (22 tahun) :

dengan teman dong,, setiap malam kamis atau minggu karena free ladies,, saya betah kesini soalnya tempatnya nyaman buat nongkrong,, terus teman teman saya suka ngajak sini. (Data Primer, Mei 2015)

Pendapat sama juga dikatakan Adi (20 tahun) :

Aku sering kesini karena diajak teman sih, kalau sendiri ya gak mau juga,, malah tambah bete dong. Kada berempat atau malah rame-rame pesan 2 meja sih biasanya. (Data Primer, Mei 2015)

Pendapat sama dikatakan oleh Madi (21 tahun) :

Sama teman - teman, ya biasanya rame-rame begini,, ada yang main ada juga yang sekedar ikut-ikut nongkrong doang..  tidak tentu kadang seminggu bisa sampai 3 sampai 4 kali, pengen kesini ya karena suka aja kesini kadang juga karena diajak teman.. (Data Primer, Mei 2015)
Pendapat sama juga dikatakan oleh Rian (24 tahun) :

Dengan teman dong, sama siapa lagi biasanya malam minggu, kalau tidak pas liburantempatnya nyaman buat nongkrong, biasanya kesini karena ada teman yang ngajak (Data Primer, Mei 2015)

Pendapat berbeda dikatakan oleh Abror (25 tahun) :

Tidak karena biasa main sendiri juga bisa tdak bergantung sama teman, tergantung mood, tapi biasanya sih seminggu 4 (empat) kali, aku suka kesini karena kemauan ku sendiri, bukan tergantung ada teman atau ndknya. (Data Primer, Mei 2015).


Adapun pendapat yang diungkapkan oleh Galih (30 tahun) selaku Supervisor PPC:
Saya sih sering melihat pengunjung kesini itu jarang sekali sendirian,, pasti ada yang berdua, bertiga atau lebih,, kadang ada yang sendirian tapi ya itu jarang sekali. Kalau menurut saya mereka tertarik datang kesini itu ya mungkin selain karena pelayanan dan fasilitas bagus, juga karena ajakan dari teman-temannya.. (Data Primer, Mei 2015)

Pendapat sama dikatakan Ari (29 tahun) :
Aku lebih sering lihat pengunjung rame-rame datang main, kadang ada yang cuma nongkong doang ngikut teman,yang pesan satu meja yang main bisa banyak banget orangnya. (Data Primer, Mei 2015)

Berdasarkan jawaban wawancara di atas dapat di ketahui bahwa sebagian besar mereka disebabkan juga karena bergantung sama ajakan teman untuk pergi ke tempat beliard. Ada yang terpaksa, adapula yang memang suka diajak.Mereka lebih suka datang ketempat billiard dengan beramai-ramai atau berombongan dengan teman-temannya.Adapun yang datang sendiri dia merupakan orang yang tidak terlalu biasa dengan banyak orang.karena menurutnya mengunjungi tempat hiburan tidak selalu tergantung teman yang mengajak tetapi memang karena keinginan sendiri.
b.      Kebutuhan akan kontak sosial
Dalam hal kebutuhan kontak sosial para mahasiwa pengunjung hiburan malam mereka main ke tempat beliard selain karena diajak teman juga karena kebutuhan mereka akan kontak sosial, yaitu keinginan untuk selalu bersama dengan teman-temannya, sekedar nongkrong dan ngumpul-ngumpul, berkomunikasi dengan orang banyak, atau menemukan teman-teman baru ditempat hiburan malam yang mereka kunjungi. Seperti yang dikatakan Mima (23 tahun) :

Iya, karena aku suka kalau dapat kenalan baru, apalagi cowok, senang kalau ada dapat kenalan baru di tempat beliard, aku juga tidak betah sendirian jadi harus ada teman yang di ajak ngobrol, biasanya di tempat beliard ndk tentu kadang 2 jam biasa lebih cuma nongrong doang. (Data Primer, Mei 2015)

Pendapat sama dikatakan Madi (21 tahun) :

Iya, aku perlu dapat jaringan baru, apalagi dapat kenal cewek lebih senang hehehe, kalau di tempat beliard bisa sampai 4 jam atau lebih nongrong sambil main beliard. (Data Primer, Mei 2015)

Pendapat sama dikatan Mia (22 tahun) :

dibilang kebutuhan ia,kebutuhan untuk senang-senang, ngumpul sama teman-teman,, banyak ketemu orang-orang baru, disini 3 jam paling lama.. (Data Primer, Mei 2015)

pendapat sama dikatakan Restu (21 tahun) :

yaa kalau kesini menurut aku sih bukan juga kebutuhan, tapi memang aku kesini juga karena pengen ketemu teman-teman sih,hee.. kalau sendirian  di kost itu suntuk.. sukanya ngumpul-ngumpul lebih seru. Biasanya disini sampai 3 jam an lah ..(Data Primer, Mei 2015)

pendapat sama juga dikatakan Adi (20 tahun) :

iya memang,, aku sukanya ngumpul sama teman-teman,, datang kesini ya memang karena pengen nongkrong ketemu teman-teman gitu, ya kayak sekarang ini,, jajnjian ketemu disini kayak gitu. Ee disini 2 sampai 3 jam dah cukup sih. (Data Primer, Mei 2015)

pendapat berbeda dikatakan Abror  (25 tahun) :

Tidak, karena aku tidak bergantung sama teman, sendiri juga bisa dan kalau ke tempat beliard juga bukan suatu kebutuhan yang harus di penuhi, biasanya aku di tempat beliard biasanya 2 jam maksimal 3 jam udah capek pulang. (Data Primer, Mei 2015)



Pendapat sama dengan Abror dikatakan oleh Angraini (21 tahun) :

Tidak, Aku cuek dengan orang lain, apa lagi yang tidak kenal, kalau ada yang ngajak kenalan tanggapan aku bisa-biasa aja, maksimal 3 jam di sini nyatai. (Data Primer, Mei 2015)

Pendapat sama dikatakan Guntur (20 tahun) :

Tidak juga kebutuhan sih, aku tidak terlalu perlu yang harus selalu sama teman atau ngumpul, sendiri juga bisa enjoy, kalau ditanya berapa lama biasa paling lama 2 jam main, habis itu pulang. (Data Primer, Mei 2015)

Berdasarkan jawaban wawancara diatas mengenai kebutuhan akan kontak sosial, dapat dilihat bahwa salah satu penyebab mahasiswa mengunjungi hiburan malam karena memang mahasiswa sangat membutuhkan kontak sosial, oleh sebab itu mereka sering berkunjung ketempat billiard karena ingin bertemu atau janjian dengan teman-teman mereka. Adapula yang karena memang suka bertemu dengan orang-orang baru. Hal tersebut seperti yang telah tertulis pada bab I bahwa Kebutuhan akan kontak sosial tercermin dari adanya keinginan untuk bertemu dengan rekan-rekannya. Adapun yang berbeda pendapat karena memang mereka tidak terlalu suka ngumpul atau bertemu dengan teman-temannya, karena juga telah terbiasa sendiri atau individual. Adapun penyebab lain yaitu Gaya hidup seperti yang dipaparkan berikut ini.
c.       Gaya Hidup
Gaya hidup sangat mempengaruhi setiap penampilan seseorang, dan orang-orang akan cenderung memilih produk, aktivitas atau jasa yang dapat menunjang penampilannya. Aktivitas mahsiswa berada ditempat hiburan malam juga dapat disebabkan karena gaya hidup mereka yang serba mewah serta didukung dengan materi yang memang mencukupi. Misalnya gaya berpakaian, interaksi mahasiswa di suatu tempat, seperti tempat hiburan, tempat billiard, penggunaantransportasi serta penggunaan teknologi. Dalam hal ini, kebiasaanmahasiswa yang suka atau gemar pergi ke tempat hiburan malamdigolongkan dalam gaya hidup dalam tempo cepat. Mereka denganmudahnya terpengaruh dengan hal-hal yang baru. Hal tersebut seperti yang diungkapkan oleh  Abror (25 tahun) :

Ya, penampilan ku berbeda setelan rock n roll kalau ke tempat beliard, hidup begaya udah jadi kebutuhan sehari-hari, kalau di tanya sudah mahir dalam bermain beliard ya, sudah dari SMA suka main, pengeluaran uang biasa boros klau udah di tempat ini, rokok 1 bungkus paling ndk di beli. Susah ngatur keuangan..tapi ndak pernah juga kehabisan..(Data Primer, Mei 2015)

Pendapat sama juga dikatakan Mia (22 tahun) :

ya kalau kesini santai aja pakayannya, kadang pake celana pendek, atau biasa aja beda kalau ke kampuskan mesti resmi gitu,, main billiard sudah lumayan lah bisa,,bisa main billiard sejak datang ke jogja sih,, kalau dulu sebelum kesini gak bisa sama sekali..kalau sudah disini tu pengeluaran gak terkontrol, beli makanan ini itu lah seringnya gak bisa ngatur uang saku. Kalau  uang habis diam aja..(Data Primer, Mei 2015)


pendapat sama dikatakan Tio (22 tahun) :

yaa kalau masalah penampilan sih aku memang sudah biasa juga main billiard jadi ya setelannya biasa aja,, setelan santai aja,, pake kaos celana jeans udah,,ya gitu-gitu aja. Ditempat asalku kan aku juga dah biasa pergi ketempat begini..jadi dah dari dulu bisa main billiardnya..uang saku sih memang buat hiburan dah ada sendiri, buat keperluan kuliah juga beda.. (Data Primer, Mei 2015)

Pendapat sama dikatakan Nai (22 tahun) :

biasa aja sih, keseharian sama dengan main ke tempat beliard sama aja santai, aku sudah lama bisa main billiard, jadi pas kesini ya tinggal nerusin aja,, pengeluaran uang saat di tempat ini secukupnya, sering di traktir sama teman cowok yang udh kenal. (Data Primer, Mei 2015)

Pendapat sama dikatakan Madi (21 tahun) :
pakaian saya sama seperti main ke tempat lain paling pakai kaos biasa  sepatu udah itu aja, kalau pengeluaran biasa di traktir sama teman yang ngajak, rokok minta sama teman, pandai soalnya saya dari SMP sering bolos terus main ketempat beliard. Jadi ya biasa lah dah main billiard (Data Primer, Mei 2015)

pendapat sama dikatakan Adi (20 tahun) :

kalau gaya berpakaian sih memang aku santai aja begini,, nda yang aneh-aneh juga biasa aja,, ketempat seperti ini kan aku terbiasa sudah dari dulu-dulu banget lah.. dari SMA sama teman-teman sering main billiard... (Data Primer, Mei 2015)

Pendapat sama dikatakan Guntur (20 tahun) :

Kalau penampilan biasa aja kalau pergi main ke tempat ini, sama biasa ketempat lain, tidak ada yang beda dengan penampilan, kan memang dah biasa juga, pandai dari semenjak sebelum datang ke jogja udah bisa main beliard. Jadi saat tau disini banyak tempat billiard aku malah senang. (Data Primer, Mei 2015)

Berdasarkan jawaban wawancara diatas mengenai gaya hidup mahasiswa, dapat dilihat bahwa memang penampilan mereka yang mengunjungi tempat hiburan malam seperti tempat billiard ini sebagian ada yang berbeda dengan kesehariannya, dan sebagian lagi sama saja dengan kesehariannya. Aktivitas bermain billiard memang merupakan hal yang tidak asing lagi bagi sebagian mereka, karena memang mereka sudah biasa bermain billiard dan pergi ketempat-tempat hiburan seperti itu.Selain itu sebagian dari mereka tidak terlalu memikirkan masalah biaya yang dikeluarkan, karena memang sudah diperhitungkan sebelumnya dan ada juga yang memang dari kalangan orang berada.Jadi tidak begitu terganggu dngan kebiasaan menikmati hiburan malam. Hal ini sama dengan teori yang dijelaskan pada bab I yaitu Gaya hidup mahasiswa menikmati hiburan malam tentunya karena ada alasan yang mendasari mereka, baik itu dari segi pergaulan, prinsip dari masing-masing pribadi, maupun strata gaya hidup mahasiswa, dimana memang si mahasiswa tersebut memiliki materi yang cukup untuk memasuki gaya hidup tersebut.

3.      Pengaruh Hiburan Malam Terhadap Kegiatan Mahasiswa Di Kampus
Pengaruh ke Akademis memang tidak bisa secara keseluruhan di deskripsikan, karena hal ini lebih kepada semangat untuk belajar secara individu-individu. Tetapi paling tidak kami menemukan sedikit, bahwa pergaulan atau kecenderungan mahasiswa aktif mengunjungi hiburan malam berpengaruh kepada akademiknya, seperti yang paling sering terjadi adalah kesiangan bangun yang mengakibatkan jam mata kuliah pagi terlewatkan. Hal ini terjadi karena terlalu capek melewati malam di tempat hiburan, sehingga paginya dijadikan untuk istirahat. Adapun pengaruh yang dapat ditimbulkan dari hiburan malam adalah adanya tindakan menyimpang serta akibatnya terhadap akademik mahasiswa.
a.      Ada tidaknya tindakan menyimpang
Hiburan malam dapat berpengaruh buruk pada penikmatnya apabila selama ditempat-tempat hiburan tersebut tidak dapat mengontrol diri dari hal-hal yang kiranya dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain. Seperti merusak fasilitas tempat hiburan, membuat onar atau membuat keributan, mabuk-mabukan dan lain sebagainya.Kesemua hal itu merupakan tindakan menyimpang yang sering ditemukan ditempat-tempat hiburan malam.Selain itu hiburan malam juga mempengaruhi dan berdampak negatif dengan kegiatan akademik mahasiswa. Adapun tindakan menyimpang seperti yang dikatakan oleh Abror (25 tahun) :
    
Sering kadang ada yang taruhan uang kalau main beliard, kadang sampai ratusan ribu orang taruhan main beliard, kalau bertengkar jarang tapi pernah aku lihat, udah biasa aku kalau udah main beliard biasa pulang sampai jam 2 malam terus pulang ke kost tidak langsung tidur nonton, besoknya bangun kesiangan,,tapi untungnya aku dah ndak kuliah,,Cuma skripsi aja ndak kelar-kelar.. (Data Primer, Mei 2015)

Pendapat sama juga dikatakan Mima (23 tahun) :
Pernah lihat orang ciuman di WC, kalau yang lain biasa lihat orang taruhan atau judi pakai uang,  tidak biasa sebelum jam 12 sudah pulang, biasa ga langsung tidur jadi bangun kesiangan,,. (Data Primer, Mei 2015)
           
Pendapat sama dikatakan Guntur (20 tahun ) :
Pernah minum bir, soalnya ada disediakan disini, terus lihat orang minum-minum MIRAS sampai bikin ribut suaranya teriak-teriak lah anak papua yang sering begitu, ya terganggu biasa kalau udah habis main beliard malam besoknya emang ndk pernah masuk kuliah karena kesiangan bangun. (Data Primer, Mei 2015)

Pendapat sama dikatakan Angraini (21 tahun) :
Pernah kalau lihat orang sering kadang teman sendiri main pakai taruhan uang, kalau aku ya Cuma lihat aja,, biasa sebelum jam 12 udah pulang terus tidur, besok tetap bisa masuk kuliah bangun pagi. (Data Primer, Mei 2015)

Pendapat sama dikatakan Rian (24 tahun) :
Kalau saya, minuman keras ia, tapi cuma bir saja, karena yang disediakan disini hanya bir. Dan lagi pula tidak diizinkan bawa minuman dari luar,,kalau yang buat ribut tidak pernah lihat sih selama berada disini, soalnya saya kan juga tidak ngurus kalau ada yang bermasalah atau apa jadi tidak tau,, karena saya datang kesini tidak  seetiap hari.tunggu malam minggu atau waktu libur saja,,kegiatan pas paginya sih tidak pernah terganggu.(Data Primer, Mei 2015)

pendapat sama dikatakan Restu (21 tahun) :
kalau saya ga pernah sih kalo minuman keras disini,,ya paling ditempat lain,, kalau ngelihat orang ribut sampai matahin stik billiard tu pernah,, sudah lama tapi..selain itu gada lagi sih,, sering terganggu sih kegiatan pagi gara-gara bangun kesiangan,, (Data Primer, Mei 2015)

pendapat sama dikatakan Mia (22 tahun) :
kalau disini saya minuman keras ia, tapi cuma bir saja,karena yang disediakan disini bir aja sih,, kalau ngelihat orang ribut tidak pernah,, tenang-tenang aja sih disini biasanya,, kalau kegiatan besok hari sih kadang terganggu ya pas jadwal kuliah,, kesiangan.. (Data Primer, Mei 2015)

Adapun pendapat dari Agustinus (28 tahun) Generar Manager PPC :

Setau saya sih memang pernah ada keributan tapi jarang sekali terjadi, kalau masalah minuman keras kami memang meyediakan bir tetapi tidak dalam dosis yang membahayakan, dan kami juga memiliki ijin untuk memasarkan dan tidak sembarangan.Kami juga tidak memperbolehkan bagi pengunjung untuk membawa minuman apapun dari luar tempat kami. Ya karena menghindari hal-hal yang tidak diinginkan...(Data Primer, Mei 2015)

Pendapat sama dikatakan oleh Akhit (31 tahun) selaku Kapten :
Pernah ada keributan,, sampai-sampai stik patah,, kadang keributan karena ada yang selingkuh terus kepergok pacarnya,, atau tiba-tiba bertengkar saya juga kurang tau kenapa,, minuman keras disini ada bir, tapi ndak boleh bawa minuman dari luar.. biasanya kalau ada yang rusak langsung kami meminta untuk diganti,, dan untungnya langsung diganti,, kalau ada gelas pecah, piring atau yang lainnya gitu ya diganti..(Data Primer, Mei 2015)

Berdasarkan jawaban wawancara diatas, dapat diketahui bahwa kebanyakan dari mereka mengkonsumsi minuman keras. Selain itu di PPC juga pernah terjadi penyimpangan lain seperti terjadi keributan sesama pengunjung yang mengakibatkan rusaknya fasilitas tempat hiburan seperti stik billiard, piring gelas ataupun lainnya. Selain itu adapula ditemukan yang melakukan judi, pasangan pengunjung yang berciuman dan lain sebagainya.Mereka yang mengkonsumsi minuman keras seperti bir, karena memang di Planet Pool Centre menyediakan bir sebagai minuman yang boleh dikonsumsi oleh pengunjung dan pengunjung tidak diperbolehkan membawa minuman apapun dari luar PPC.Hal tersebut dillakukan oleh PPC untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.Karena sesuatu apapun yang terjadi di dalam PPC menjadi tanggungjawab penuh pihak PPC.

b.      Keseharian mahasiswa ketika berada di lingkungan kampus
Mahasiswa seharusnya merupakan seorang pelajar yang mempunyai segudang aktivitas kampus secara internal maupun eksternal. Yakni mulai dari kegiatan belajar mengajar di kampus, mengerjakan berbagai macam tugas yang diberikan oleh para dosen, kegiatan-kegiatan kampus yang dilakukan dengan teman sebaya di kampus seperti organisasi kemahasiswaan yang ada di setiap kampus, hingga kegiatan mereka di luar kampus, seperti aktivitas nongkrong diantara para mahasiswa. Setelah mengetahui bagaimana mereka saat berada ditempat hiburan malam, kami pun ingin tau bagaimana dengan aktivitas mereka di dalam kampus seperti yang diungkapkan informen Madi (21 tahun) :

   Aku kalau di tanya masalah perkulihaan biasa kalau udah jadwalnya kuliah yaa tetap masuk dan aktif dalam organisasi di kampus sering mengikuti kegiatan-kegiatan dalam kampus. (Data Primer, Mei 2015)


Adapun Pendapat Guntur (20 tahun) :

   Perkulihan di kampus kadang masuk kadang tidak, soalnya karna capek sampe kesiangan,, aku biasa cuma nongrong di kantin kampus, terus bisa di hitung kalau kuliah dalam seminggu 1 kali aja masuk. (Data Primer, Mei 2015)

Pendapat sama dikatakan Nai (22 tahun) :
    
Yaa lumayan aktif sih dalam perkulihan, dalam kegiatan lain aku kurang aktif, kalau saat ada kuliah aja masuk terus kalau tidak ada jadwal kuliah ya tidak ke kampus tapi kadang juga bolos. (Data Primer, Mei 2015)


Pendapat sama dikatakan Tio (22 tahun) :

Aku sih masih kuliah,, tapi bolong-bolong kadang masuk kadang enggak gara gara kesiangan.. tapi sering juga kok masuk,, kan aku juga mau lulus,haha.. aku ga begitu aktif kayak UKM gitu tapi kadang ikut ikut kalau lagi ada event kampus,, (Data Primer, Mei 2015)


Pendapat sama dikatakan Restu (21 tahun) :

Kegiatan kuliah ya begitulah,,aktif kok aku kalau kuliah walaupun kadang sekali dua kali nda masuk garagara bangkong kesiangan,, untuk kegiatan kampus aku kadang aktif,,soalnya kan aku juga banyak teman-teman anak kampus kalau ada kegiatan kampus mereka ajak aku,,kayak gitu, (Data Primer, Mei 2015)


Pendapat hampir sama dikatakan Mima (23 tahun) :

Kalau aku ini kan lagi masa skripsian yaa,, jadi banyak santainya sih,, tapi ga tau hasilnya entar.haha ,, dulu sih selalu masuk kuliah kok, sekarang aja yang nda tau malas banget ngerjain skripsi ni.. kegiatan kampus aku ga aktif,, kaya UKM gitu kan,, ya ga aktif. (Data Primer, Mei 2015)


Berdasarkan jawaban wawancara diatas dapat diketahui bahwa mahasiswa yang mengunjungi hiburan malam dalam jangka waktu yang lumayan sering sangat berpengaruh dengan aktivitas akademik mereka. Seperti bangun kesiangan karena capek semalaman begadang ditempat hiburan menyebabkan mereka tidak dapat mengikuti jadwal perkuliahan keesokan harinya. Sebagian besar dari mereka banyak yang tidak aktif dalam kegiatan kampus seperti organisasi kemahasiswaan atau UKM-UKM yang ada dikampus masing-masing. Hal ini sama seperti teori yang telah dipaparkan pada kerangka dasar teori di bab I bahwa dampak negatif dari hiburan malam bagi mahasiswa bisa membuat kepentingan akademik mereka menjadi terbengkalai dikarenakan berbagai faktor seperti biaya hidup menipis, kondisi kesehatan menurun, dan rasa kelelahan yang membuat mereka malas untuk mengikuti perkuliahan di kampus pada siang harinya.










BAB IV
PENUTUP

A.    KESIMPULAN

1.      Aktivitas mahasiswa saat berada ditempat hiburan malam yaitu Planet Pool Centre diantaranya bermain billiard, bersenang-senang kumpul dengan teman, sekedar nongkrong menghilangkan penat serta kejenuhan dan lain sebagainya. Selain hanya untuk bersenang-senang ada suatu kepuasan yang mereka dapat jika berada ditempat hiburan malam tersebut. Seperti pelayanan yang maksimal dan keramah-tamahan pengelola tempat hiburan. Hal tersebut membuat tempat hiburan PPC tidak pernah sepi pada malam harinya.Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa saat berada ditempat hiburan malam yang dilakukan mahasiswa adalah mencari kesenangan dan kepuasan yang tidak mereka dapat ditempat lain selain tempat hiburan, seperti kost atau kampus.
2.      Ada tiga hal yang menyebabkan mahasiswa sering mengunjungi tempat hiburan malam diantaranya karena mengikuti ajakan dari teman, kebutuhan akan kontak sosial, serta gaya hidup dari mahasiswa itu sendiri. Ketiga penyebab itu telah di uraikan pada bab III, dan dapat di simpulkan bahwa yang membuat seringnya mahasiswa mengunjungi hiburan malam disebabkan oleh dorongan dari teman sepergaulan, dimana mereka tidak enak hati untuk menolak ajakan dari teman-temannya serta memang sebagian dari mahasiswa yang sering mengunjungi tempat hiburan malam adalah orang-orang yang terbiasa dengan kehidupan malam serta berinteraksi dengan orang banyak. Hal tersebut yang menyebabkan mahasiswa tidak dapat lepas dari hiburan malam yang banyak dijajakan oleh para pengelola tempat hiburan termasuk Planet Pool Centre.
3.      Dari beberapa pengaruh hiburan malam yang telah di uraikan pada bab III sebelumnya dapat disimpulkan bahwa hiburan malam lebih banyak menghasilkan perilaku yang negatif terhadap mahasiswa baik di tempat hiburan itu sendiri maupun kegiatannya dilingkungan kampus. Di mana mahasiswa menjadi tidak aktif dengan kegiatan perkuliahan dan organisasi kemahasiswaan yang ada di kampus mereka masing-masing. Serta perilaku yang mengkonsumsi MIRAS yang memang telah disediakan oleh pengelola Planet Pool Centre dan tindakan mahasiswa yang  merusak fasilitas tempat hiburan dan merugikan pihak pengelola tempat hiburan.






B.     SARAN

1.      Cara manusia untuk mendapatkan kesenangan berbeda-beda, kebanyakan dari mereka tidak sadar bahwa kesenangan yang mereka dapat dari hasil merugikan diri sendiri. Sebaiknya kita sebagai mahasiswa yang mendapatkan banyak ilmu dibangku perkuliahan, tentu tau hal yang harus dihindari dan hal yang harus didekati. Sebenarnya hiburan malam tidak selalu identik dengan hal-hal negatif, apabila kita pandai menikmatinya dengan cara yang positif.
2.      Banyak hal yang membuat mahasiswa aktif mengunjungi tempat hiburan malam, dan seharusnya mereka tidak mudah terpengaruh oleh ajakan teman untuk bersenang-senang. Kecuali jangka waktu untuk mengunjungi tempat hiburan malam tidak terlalu sering. selain itu jika ingin berkumpul dengan teman seharusnya tidak selalu dilakukan pada tengah malam, siang pun dapat dilakukan. Agar pada malam harinya dapat dijadikan waktu untuk beristirahat.
3.      Hiburan malam sangat besar pengaruhnya terhadap mahasiswa. Oleh sebab itu sebaiknya kita dapat mengimbangi kegiatan di luar dengan kegiatan kampus. Agar kegiatan perkuliahan tetap berjalan lancar walaupun aktif mengunjungi hiburan malam. Seperti pulangnya jangan terlalu larut malam, tidak begadang apalagi sampai Minuman Keras. Sebenarnya Billiard ini merupakan salah satu bidang olahraga yang diakui dunia, jadi alangkah baiknya jika di dalam tempat ini tidak menyediakan minuman keras.