BAB I
PENDAHULUAN
A.
LATAR BELAKANG
Saat
ini kita dihadapkan pada globalisasi
yang didukung kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi ditandai dengan
persaingan bebas serta kemudahan mendapatkan informasi dari berbagai penjuru
dunia.Setiap orang ingin bertahan hidup dalam persaingan global yang dituntut
mempunyai wawasan yang luas, mengetahui perkembangan informasi dan teknologi
terkini, serta menerima dan menyesuaikan diri dengan perubahan-perubahan dalam
berbagai bidang yang terjadi di sekitarnya. Globalisasi memungkinkan masuknya
nilai-nilai budaya dan tren gaya hidup dari berbagai pelosok dunia, yang
kemudian diadopsi oleh masyarakat lewat perantara media massa. Gaya hidup
global, meliputi cara-cara untuk menghabiskan waktu dan uang dari mancanegara telah
menyentuh masyarakat Indonesia terutama masyarakat yang hidup di kota besar.
Manusia
sebagai makhluk individu maupun makhluk sosial, memiliki dorongan ingin tahu,
ingin maju dan berkembang.Melalui komunikasi manusia dapat memperoleh informasi
yang baru. Menurut Sarwono (2002), komunikasiadalah suatu proses dimana dua orang
atau lebih membentuk atau melakukan pertukaran informasi antar satu sama lain,
yang pada gilirannya terjadi saling pengertian yang mendalam. Kemudian
dinyatakan komunikasi sebenarnya bukan hanya ilmu pengetahuan, tapi juga seni dalam bergaul.
Pergaulan
yang paling mencolok pada saat ini yaitu pada lingkungan remaja dan mahasiswa,
khususnya pada kehidupan malamnya.Keadaan ini juga didukung oleh munculnya
tempat hiburan malam di daerah perkotaan,
khususnya di kota Yogyakarta.Kehadiran tempat hiburan malam di kota-kota besar telah
menjadi alternatif tempat hiburan yang sering
dikunjungi oleh mahasiswa. Yogyakarta adalah salah satu kota besar di
Pulau Jawa yang merupakan ibukota dan pusat pemerintahan Daerah Istimewa
Yogyakarta. Yogyakarta dikenal sebagai kota pelajar, karena hampir 20% penduduk
produktifnya adalah pelajar atau mahasiswa dan terdapat 137 perguruan tinggi (www.id.wikipedia.org). Kota ini diwarnai
dinamika pelajar dan mahasiswa yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia.
Maka tidak heran jika semakin tahun tempat hiburan di Yogyakarta semakin
berkembang pesat, karena banyak anak muda yang menjadi target pasar bagi para
pebisnis hiburan.
Salah satuyang menjadi tempat hiburan malam yaitu
billiard dengan menggunakan konsep bar, cafe dan coffee shop yang ada di kota
Yogyakarta, di mana belakangan ini makin dikenal dan banyak dikunjungi oleh
masyarakat khususya kalangan muda. Beberapa tempat billiard yang berdiri di wilayah
Yogyakarta antara lain Hanggar, Next Pool and Lounge, Shooter, Ninenine
Billiard, zonbilliard, dan masih banyak lagi. Setiap tempat yang ada memberikan
suatu pelayanan yang berbeda-beda dalam menarik minat pelanggannya.
Industri hiburan di Yogyakarta memang telah berkembang pesat. Tempat hiburan dan wisata
menjamur di mana-mana. Hiruk pikuk Kota Yogyakarta yang semakin ramai dengan
berbagai aktifitas dan rutinitas penduduknya, membuat kota ini tak pernah sepi
dari pagi hingga larut malam. Anak muda banyak yang berlalu lalang dengan
tujuan masing-masing. Tak dapat dipungkiri, kota ini seakan tak pernah mati
dengan kegiatan anak mudanya (https://seratjuminten.wordpress.com).
Banyaknya
tempat billiard yang bermunculan tak
lepas dari tren yaitu suatu kecenderungan perilaku atau kegiatan yang diikuti
oleh orang banyak pada suatu masa tertentu yang sedang berlaku di masyarakat
modern di Yogyakarta
yang menjadikan tempat tersebut sebagai
tempat alternatif untuk berkumpul.Bagi
para pengunjungnya, tempat hiburan malam dapat menjadi ajang bersosialisasi
dalam rangka memperluas pergaulan dan wawasan mereka (Hertika, 2003).
Kehadiran
tempat billiard pada saat ini
berpotensi untuk menstimulasi gaya hidup mahasiswa
khususnya yang mengunjungi tempat-tempat tersebut. Hal ini didasarkan pada
pemahaman bahwa melalui interaksi sosial yang berlangsung pada akhirnya
seseorang mampu untuk mengenal, menghayati nilai, dan norma kelompokatau temannya sehingga dapat menetapkan peran yang
dijalaninya atau sebaliknya dapat berdampak buruk pada kehidupan pribadi dan
sehari-harimahasiswa tersebut. Kehadirannya juga tidak hanya
dipengaruhi oleh faktor ekonomi tetapi juga dipengaruhi oleh modernisasi
komunikasi di masyarakat.Adapun nama-nama
tempat yang menjadi icon hiburan malam Yogyakarta diantaranya Liquid Cafe,
Embassy Cafe, Boshe VVIP Club, Bunker, Terrace Cafe, Kafe The Club, Rumah
Billiard dan masih banyak lagi.Hal yang mungkin saja terjadi dari hiburan malam
adalah kebutuhan konsumen dalam mengkonsumsi minuman keras dan obat-obatan
seperti penggunaan narkotika, psikotropika, dan zat adiktif lain.Badan
Narkotika Nasional (BNN) menyatakan, sebanyak 22% pengguna narkoba di Indonesia
dari kalangan pelajar dan mahasiswa. Hasil survei BNN tahun 2011 pada 16 provinsi
di Tanah Air, ditemukan 2,6% siswa SLTP sederajat pernah menggunakan narkoba,
dan 4,7% siswa SMA pernah memakai barang haram itu. Sementara untuk mahasiswa
ada pada posisi tertinggi yaitu sebanyak 7,7% yang pernah mencoba narkoba (http://www.harianterbit.com).
Yogyakarta
yang disebut sebagai kota pelajar dan kota budaya ini, jika dilihat dari banyaknya bermunculan tempat billiard sebenarnya
sangat memungkinkan untuk dapat memunculkan
pemain-pemain atau atlet-atlet billiard yang baik dan dapat membawa nama baik
kota Yogyakarta di ajang internasional. Akan tetapi tetap saja sarana dan
fasilitas billiard di
Yogyakarta hanya digunakan
sebagai pusat hiburan dan rekreasi saja, dibanding sebagai olahraga yang dapat
meningkatkan prestasi.
Hiburan malam
dalam kemasan modernitas yang kini seolah menjadi nafas baru pada kehidupan di
Yogyakarta adalah salah satu hal yang sangat menarik perhatian mahasiswa untuk
berpartisipasi di dalamnya. Club, Cafe, Diskotik, tempat Billiard, konser musik
band dan lain sebagainya merupakan tempat-tempat yang biasanya di kunjungi
sebagai anggapan bahwa ini adalah hiburan malam yang modern bagi pemuda atau
mahasiswa. Tak bisa dipungkiri bahwa tempat-tempat
tersebut seringkali menjadi tujuan para mahasiswa untuk menghibur diri mereka
di akhir pekan.
Bahkan dihari-hari
biasa banyak juga dari mereka yang mengunjungi tempat-tempat tersebut walaupun
pada esok harinya mereka harus mengikuti kegiatan perkuliahan di kampus(http://sosbud.kompasiana.com/2012/02/27/pengaruh-gaya-hidup-dugem-kalangan-mahasiswa-di-yogyakarta-442569.html).
Oleh sebab itu, fenomena aktivitas sampai tengah malam di
kalangan mahasiswa ini bukan lagi hal yang sangat sulit ditemukan di kota
Yogyakarta.
B.
RUMUSAN MASALAH
Berdasarkan
latar belakang yang telah diuraikan, dapat dikutip suatu rumusan masalah
penelitian yaitu “Bagaimana Perilaku
Mahasiswa Pengunjung Hiburan Malam?”
C.
TUJUAN DAN MANFAAT PENELITIAN
Adapun tujuan dan
manfaat dari penelitian ini diuraikan sebagai berikut:
Tujuan
1. Untuk mengetahui perilaku mahasiswa saat berada di tempat
hiburan malam
2. Untuk
mengetahui penyebab mahasiswa
mengunjungi tempat hiburan malam
3. Untuk
mengetahui pengaruh hiburan malam terhadap
kegiatan mahasiswa di kampus
Manfaat :
Teoritis
1. Menambah
wawasan tentang bagaimana kita
sebagai mahasiswa seharusnya berprilaku untuk meminimalisir hal-hal negatif di
dalam tempat hiburan malam. Dengan wawasan dan
pengetahuan yang dimiliki diharapkan dapat menghindari perbuatan yang dapat merugikan diri sendiri. Dengan teori
yang telahdi pelajari diharapkan
mampu untuk meningkatkan kepekaan mahasiswa dalam mensikapi fenomena-fenomena
sosial.
2.
Sebagai tambahan
wacana dan pengetahuan dalam karya ilmiah khususnya mengenai permasalahan
fenomena keberadaan hiburan malam di tengah-tengah kota Yogyakarta khususnya
mahasiswa sebagai pengunjung hiburan malam tersebut.
Praktis
Menjadi
masukan dan bahan penelitian selanjutnya bagi pembaca baik mahasiswa, dosen dan
masyarakat yang ingin meneliti lebih jauh tentang
hiburan malam.
D.
KERANGKA TEORI
Suatu teori diperlukan dalam rangka
untuk menyelesaikan suatu masalah agar diperoleh hasil yang obyektif. Kerlinger
(1973) (dalam Singarimbun dan Effendi, 1989:37) Teori adalah serangkaian
asumsi, konsep, definisi dan proposisi untuk menerangkan suatu fenomena sosial
secara sistematis dengan cara merumuskan hubungan antar konsep.
Unsur penelitin yang paling besar
peranannya dalam penelitian adalah teori karena dengan unsur ilmu inilah
peneliti mencoba menerangkan fenomena sosial atau fenomena alami yang menjadi
pusat perhatian.Dengan demikian peneliti akan memaparkan kerangka dasar teori
sebagai berikut:
1.
Perilaku
Perilaku
merupakan hasil dari pada segala macam pengalaman serta interaksi manusia
dengan lingkungannya yang terwujud dalam bentuk pengetahuan, sikap dan
tindakan. Prilaku aktif dapatlah dilihat
(overt) sedangkan prilaku pasif tidaklah
tampak, seperti misalnya pengetahuan, persepsi, atau motivasi.
Menurut Peter & Yenny (1991:157)
Perilaku merupakan perbuatan atau tingkah laku yang dimiliki oleh setiap orang
atau individu. Jadi segala tindakan dan perbuatan dalam masyarakat yang
dilakukan seseorang atau individu, baik itu yang bertentangan maupun yang
sesuai dengan norma atau aturan yang dipengaruhi oleh faktor lingkungan.
Beberapa
ahli membedakan bentuk-bentuk perilaku. Misalnya Bloom membedakan antara
perilaku kognitif (yang menyangkut kesadaran atau pengetahuan), efektif (emosi)
dan psikomotor (tindakan atau gerakan)(sarlito sarwono, 1997 : 2).
Proses
pembentukan atau perubahan perilaku dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor dari
dalam dan dari luar individu. Disamping sistem susunan syaraf yang mengontrol
reaksi individu terhadap segala rangsangan.Aspek-aspek di dalam diri individu
yang juga sangat berpengaruh dalam pembentukan dan perubahan perilaku ialah
persepsi, motivasi, dan emosi.
2.
Perilaku Manusia
Perilaku manusia adalah sekumpulan
perilaku yang dimiliki oleh manusia
dan dipengaruhi oleh adat,
sikap,
emosi,
nilai,
etika,
kekuasaan, persuasi,
dan/atau genetika.
Perilaku manusia merupakan
hasil daripada segala macam pengalaman serta interaksi manusia dengan
lingkungannya yang terwujud dalam bentuk pengetahuan, sikap dan tindakan.
Dengan kata lain, perilaku merupakan respon/reaksi seorang individu terhadap
stimulus yang berasal dari luar maupun dari dalam dirinya. Respon ini dapat
bersifat pasif (tanpa tindakan : berpikir, berpendapat, bersikap) maupun aktif
(melakukan tindakan). Sesuai dengan batasan ini, perilaku kesehatan dapat di
rumuskan sebagai bentuk pengalaman dan interaksi individu dengan lingkungannya,
khususnya yang menyangkut pengetahuan dan sikap tentang kesehatan. Perilaku
aktif dapat dilihat, sedangkan perilaku pasif tidak tampak, seperti
pengetahuan, persepsi, atau motivasi. Beberapa ahli membedakan bentuk-bentuk
perilaku ke dalam tiga domain yaitu pengetahuan, sikap, dan tindakan atau
sering kita dengar dengan istilah knowledge, attitude, practice (Sarwono,
2004).
Referensi lain menyebutkan
bahwa perilaku sosial merupakan fungsi dari orang dan situasinya. Dimaksudkan
disini adalah setiap manusia akan bertindak dengan cara yang berbeda dalam
situasi yang salam, setiap perilaku seseorang merefleksikan kumpulan sifat unik
yang dibawanya ke dalam suasana tertentu yaitu perilaku yang di tunjukkan
seseroang ke orang lain. Dalam sosiologi, perilaku dianggap sebagai sesuatu
yang tidak ditujukan kepada orang lain dan oleh karenanya merupakan suatu
tindakan sosial manusia yang sangat mendasar Menurut Skinner sebagaimana
dikutip oleh (Soekidjo Notoatmojo. 2010:
21)
perilaku merupakan respon atau
reaksi seseorang terhadap rangsangan dari luar (stimulus). Perilaku dapat
dikelompokkan menjadi dua:
a.
Perilaku tertutup
(covert behaviour), perilaku tertutup terjadi bila respons terhadap stimulus
tersebut masih belum bisa diamati orang lain (dari luar) secara jelas.
Respon seseorang masih terbatas dalam
bentuk perhatian, perasaan, persepsi, dan sikap terhadap stimulus yang
bersangkutan. Bentuk “unobservabel behavior´atau “covert behavior” apabila
respons tersebut terjadi dalam diri sendiri, dan sulit diamati dari luar (orang
lain) yang disebut dengan pengetahuan (knowledge) dan sikap (attitude).
b.
Perilaku Terbuka
(Overt behaviour), apabila respons tersebut dalam bentuk tindakan yang dapat
diamati dari luar (orang lain) yang disebut praktek (practice) yang diamati
orang lain dari luar atau “observabel
behavior”. Perilaku terjadi melalui proses adanya stimulus terhadapat
organisme, dan kemudian organisme tersebut merespon, maka teori Skinner ini
disebut teori ‘S-O-R” (Stimulus-Organisme-Respons). Berdasarkan batasan dari
Skinner tersebut, maka dapat didefinisikan bahwa perilaku adalah kegiatan atau
aktivitas yang dilakukan oleh seseorang dalam rangka pemenuhan keinginan,
kehendak, kebutuhan, nafsu, dan sebagainya. Kegiatan ini mencakup :
1)
Kegiatan
kognitif: pengamatan, perhatian, berfikir yang disebut Pengetahuan
2)
Kegiatan emosi:
merasakan, menilai yang disebut sikap (afeksi)
3)
Kegiatan konasi:
keinginan, kehendak yang disebut tindakan (practice)
Sedangkan
menurut Soekidjo Notoatmojo (1997: 118) perilaku adalah suatu aktivitas dari
manusia itu sendiri. Dan pendapat diatas
disimpulkan bahwa perilaku (aktivitas) yang ada pada individu tidak timbul
dengan sendirinya, tetapi akibat dari adanya rangsang yang mengenai individu tersebut.
Menurut Soekidjo Notoatmojo (1997: 120-121) perilaku dapat dibedakan menjadi
dua macam, yaitu :
1)
Perilaku pasif
adalah respon internal, yaitu yang terjadi dalam diri manusia dan yang tidak
secara langsung dapat terlihat orang lain. (tanpa tindakan: berfikir,
berpendapat, bersikap) artinya seseorang yang memiliki pengetahuan positif
untuk mendukung hidup sehat tetapi ia belum melakukannya secara kongkrit.
2)
Perilaku aktif
adalah perilaku yang dapat diamati secara langsung (melakukan tindakan),
misalnya: seseorang yang tahu bahwa menjaga kebersihan amat penting bagi
kesehatannya ia sendiri melaksanakan dengan baik serta dapat menganjurkan pada
orang lain untuk berbuat serupa. Jika kita berbicara tentang perilaku manusia
sering diartikan bahwa perilaku adalah fungsi dari interaksi individu dengan
lingkungannya, dan merupakan hasil dari segala macam pengalaman serta interaksi
manusia dengan lingkungannya yang terwujud dalam bentuk pengetahuan, sikap dan
tindakan.
3.
Mahasiswa
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia pengertian mahasiswa adalah orang yang
belajar di perguruan tinggi,secara adminitrasi mereka terdaftar sebagai
murid di perguruan tinggi. Tapi pengertian itu tidakhanya sebatas itu,
Mahasiswa itu mengandung pengertian yang lebih dari sekedar terdaftarsecara
administrasi.Akan tetapi menjadi mahasiswa itu mengandung arti yang sangat
luas,mahasiswa adalah agen pembawaperubahan.Menjadi mahasiswa itu
merupakan kebanggaan dan juga sebagai tanggung jawab besar sebagai agen
pembawa perubahan.Menjadi seseorang yangakan memberikan solusi terhadap
permasalahan yang dihadapi masyarakat (http://kbbi.web.id/mahasiswa).
Penyesuaian diri pada mahasiswa dapat didefinisikan sebagai interaksi yang
berkesinambungan antara diri sendiri dengan orang lain dan lingkungannya, yakni
lingkungan akademik dan peraturan perguruan tinggi. Hubungan tersebut bersifat
timbal balik mengingat individu secara konstan juga mempengaruhi mereka
(Satmoko, 1995 ; 7). Sedangkan menurut Nawawi dalam Muhamad (2000 ; 11),
penyesuaian diri pada mahasiswa adalah kemampuan individu untuk mengikuti tuntutan
akademik, berhubungan dengan teman serta birokrasi akademik.
Usaha penyesuaian diri ini akan melibatkan unsur keperibadian dan perilaku
didalamnya, sehingga integrasi perkembangan dan kematangan kepribadian dan perilaku
merupakan syarat mutlak sebagai dasar penyesuaian diri yang baik (Sumarto dan Hartono, 2002 ; 75).
Sebagai
kaum intelektual, mahasiswa memiliki peranan yang sangat penting dalam
kehidupanberbangsa.Yang pertama sebagai agen perubahan dituntutbersifat kritis dan
diperlukan implementasi yang nyata. Mahasiswa adalah garda
terdepan dalammemperjuangkan hak-hak rakyat , mengembalikan nilai-nilai
kebenaran yang dilakukan olehkelompok-kelompok elit yang hanya mementingkan dirinya dan
nasib kelompoknya. Dan jangansampai garda terdepan ini terikat oleh
politik dan kepentingan kelompok, dan melupakanperanannya sebagai agen of
changes.Harapan bangsa terhadap mahasiswa adalah menjadigenerasi penerus yang
memiliki loyalitas tinggi terhadap kemajuan bangsa.
Peranan
Mahasiswa yang kedua adalah sebagai kontrol Sosial,Mahasiswa sebagai
penengah antaraPemerintah dan masyarakat, disinilah peranan mahasiswa sebagai
pengontrol.Mahasiswamenyampaikan aspirasi masyarakat terhadap pemerintah
dan juga mahasiswa menunjukkan sikapyang baik terhadap masyarakat sebagai
kontrol sosial.Sebagai pengontrol sosial mahasiswa jugamemiliki tugas
mengontrol peraturan-peraturan dan kebijakan-kebijakan yang dibuat
untukkepentingan pribadi dan kelompok.Peran Mahasiswa yang ketiga adalah Iron
Stock, yaitu mahasiswa diharapkan menjadi manusia-manusia tangguh yang memiliki kemampuan dan akhlak mulia
yang nantinya dapat menggantikangenerasi-generasi sebelumnya. Intinya
mahasiswa merupakan aset cadangan, harapan bangsauntuk masa depan. Tidak dapat
dipungkiri bahwa seluruh organisasi yang ada akan bersifat mengalir,yaitu
ditandai dengan pergantian kekuasaan dari golongan tua ke golongan muda, oleh
karena ituharus dilakukan terus-menerus. Dunia kampus dan kemahasiswaannya
merupakan momentumkaderisasi yang sangat sayang bila tidak dimanfaatkan bagi
mereka yang memiliki kesempatan.Pada Intinya peran dan fungsi mahasiswa adalah
sebagai Garda/agen, yang memiliki tugas untukmembuat perubahan yang lebih baik
untuk bangsa dan negara.Mulai dari membawa perubahan,mengontrol,
penengah pemerintah dengan rakyat, dan Sebagai aset bangsa.Sehingga sebagaimahasiswa
mesti bersifat kritis terhadap permasalahan yang ada sehingga dapat
berjalan sesuaidengan peranansebagai mahasiswa(http://www.academia.edu/4631795/Peran_dan_Fungsi_Mahasiswa).
4.
Hiburan Malam
Kata Hiburan memiliki persamaan arti
dengan kata entertainment dalam Bahasa inggris yang berarti sejenis tourist
acctraction dimana para pengunjung yang datang merupakan subyek yang pasif
sebagai audince/hadirin yang datang menikmati, menyaksikan ataupun mengagumi
kejadian-kejadian yang berlangsung untuk mendapatkan kepuasan rohaniah sesuai
dengan motif-motif yang mendorong kunjungan tersebut(R.SDamardjati)(https://syahriartato.wordpress.com).
Tempat hiburan malam adalah tempat atau
suatu kegiatan yang ditujukan untuk memberikan kesenangan bagi orang-orang agar
dapat menghilangkan kejenuhan dari berbagai ativitasnya dan dari berbagai
perasaan tidak enak atau susah yang sedang dirasakan orang-orang tersebut, yang
ada pada malam hari .Dahulu
tempat hiburan malam bukan hanya berada dalam gedung seperti sekarang, dan
hiburan malam seperti ini identik dengan hiburan di daerah-daerah kecil.Hiburan
malam tersebut kental dengan adat tradisional seperti panggung wayang (di
daerah Jawa), layar tancap, panggung tari-tarian daerah, dan lain-lain (http://www.republika.co.id/) .
Seiring perkembangan zaman terdapat
beberapa jenis tempat hiburan malam yang berkesan lebih modern, khususnya yang
ada di kota-kota besar yaitu, kafe,
pub, bar, diskotik/klab malam,dan lain-lain.Namun pada penelitian
ini peneliti membatasi tempat hiburan malam tersebut padatempat billiard. Billiard sendiri merupakan suatu olah raga, namun olah
raga ini biasanya identik dengan dunia malam beserta dunia hiburannya. Memang
tidak salah karena keberadaan dari olah raga ini banyak terdapat di pub, cafe,
bar ataupun pusat-pusat hiburan lainnya. Tidak bisa dipungkiri arena billiard
di perkotaan memang banyak yang menyediakan fasilitas plus-plus ala hiburan
malam pada umumnya(http://bensdoing.wordpress.com).
Alasan mengapa pusat-pusat
hiburan malam itu selalu menyedot pengunjung dari berbagai kalangan, salah
satunya adalah sensualitas. Sebagian besar pusat-pusat hiburan itu menyediakan
wanita sebagai daya tarik atau menu tambahan setelah menu utama berupa musik.
Dalam kaitannya dengan
perubahan yang melandasi dinamika ekonomi dengan aktivitas hiburan di kalangan
mahasiswa bisa di contohkan seperti kemasan yang ditampilkan oleh pihak
penyelenggara hiburan malam hampir semuanya bersifat glamor, eksekutif, mewah
yang kesemuanya itu tidak sedikit memakan biaya demi sebuah trend yang
berkembang (Lury, 1998: 225).
Melihat permasalahan mahasiswa
dengan hiburan malam dari sudut pandang gaya hidup (life-style), David (1996 :
40-41) mengemukakan bahwa gaya hidup adalah pola-pola tindakan yang membedakan
antara satu orang dengan orang lain. Gaya hidup tergantung pada bentuk kultural
yang masing-masing merupakan gaya, tatakrama, cara menggunakan barang dan waktu
tertentu yang merupakan karakteristik suatu individu dalam kelompok, namun
bukanlah suatu pengalaman sosial, akan
tetapi lebih cenderung kepada seperangkat praktik dan sikap-sikap yang
masuk akal dalam konteks tertentu. Hal tersebut dapat dilihat pada kegiatan
mahasiswa ataupun mahasiswi sebagai aktor utamanya di dalam mengekspresikan
diri mereka terhadap hiburan malam itu sendiri.
Gaya hidup mahasiswa menikmati
hiburan malam tentunya karena ada alasan yang mendasari mereka, baik itu dari
segi pergaulan, prinsip dari masing-masing pribadi, maupun strata gaya hidup
mahasiswa, dimana memang si mahasiswa tersebut memiliki materi yang cukup untuk
memasuki gaya hidup tersebut.Selain itu hiburan
malam seringkali menghadirkan
citra negatif di kalangan masyarakat awam. Hal tersebut dikarenakan banyak dari
para pelaku gaya hidup ini yang cenderung bersikap anti sosial terhadap
lingkungan tempat tinggal mereka sendiri. Dan banyak pula kasus-kasus
penyimpangan terhadap norma-norma yang seringkali dilakukan oleh para peminat
hiburan tersebut seperti free sex, mengkonsumsi narkoba, mabuk-mabukan,hingga
tindakan kriminal seperti pencurian yang dilakukan para pelakunya agar
senantiasa bisa menikmati hiburan tersebut. Apalagi dampak negatifnya bagi
mahasiswa bisa membuat kepentingan akademik mereka menjadi terbengkalai dikarenakan
berbagai faktor seperti biaya hidup menipis, kondisi kesehatan menurun, dan
rasa kelelahan yang membuat mereka malas untuk mengikuti perkuliahan di
kampus.Sebenarnyahiburan malam sejenis
ini bisa menjadi alternatif
pelepas kejenuhan bagi paramahasiswa tanpa harus berdampak negatif pada diri mahasiswa sendiri jika bisa
mengikutinyasecara bertanggung jawab dan tidak berlebihan (http://
kompasiana.com/pengaruh-gaya-hidup-dugem-kalangan-mahasiswa-di-yogyakarta-442569.html).
5.
Motivasi
Motivasi berarti sesuatu hal
yang menimbulkan dorongan atau keadaan yang menimbulkan dorongan. Jadi motivasi
dapat pula diartikan faktor yang mendorong orang untuk bertindak dengan cara
tertentu (Manullang, 1982). Secara leksikal motivasi berarti kecenderungan
didalam diri seseorang secara sadar atau tidak sadar melakukan tindakan dengan
tujuan tertentu, atauusaha-usaha yang menyebabkan seseorang atau kelompok orang
tergerak untuk melakukan sesuatu karena ingin mencapai tujuan yang dikehendaki.
(As’ad 1991).
Motivasi adalah hasil
proses-proses yang bersifat internal atau eksternal bagi seseorang individu
yang menimbulkan sikap entusias dan persistensi untuk mengikuti arah
tindakan-tindakan tertentu (Winardi, 2002).
Ada beberapa teori tentang
motivasi, namun teori motivasi yang paling mendasar adalah Teori Kebutuhan yang
dicetuskan oleh Abraham Maslow (Hasibuan, 2001). Teori Motivasi yang dikembangkan
oleh Maslow pada intinya berkisar pada pendapat bahwa manusia memiliki lima
tingkat atau hierarkhi kebutuhan yaitu:
a.
Kebutuhan
fisiologis (physiological needs), yaitu kebutuhan jasmani seperti makan, minum,
pakaian, tempat untuk bernaung.
b.
Kebutuhan rasa aman
(safety needs), tidak hanya dalam arti perlindungan fisik, namun juga dari segi
mental, psykologikal dan intelektual.
c.
Kebutuhan kebutuhan
sosial (social needs) termasuk kebutuhan bergaul, berteman, diakui dan diterima
dalam suatu kelompok/masyarakat.
d.
Kebutuhan akan
harga diri (esteem needs) yaitu kebutuhan untuk menghargai diri sendiri dan
dihargai orang lain, terutama sehubungan dengan apa yang dilakukannya: harga
diri, prestise.
e.
Aktualisasi diri
(self actualization) dalam arti kebutuhan untuk mendapatkan kepuasan diri
dengan mengembangkan potensi kemampuan dan bakat yang dimiliki secara maksimal.
Mc Intosh dan Goeldner dalam
(Cooper, 1993) mengemukakan bahwa motivasi dapat dikelompokkan menjadi empat,
yaitu:
a.
Motivasi fisik,
yaitu motivasi dilakukan untuk tujuan kesehatan, penyegaran tubuh, olah raga,
dan menikmati waktu senggang dengan tujuan untuk mengurangi tekanan pada
aktifitas rutin.
b.
Motivasi Budaya,
yaitu motivasi dilakukan dengan tujuan ingin mengetahui kebudayaan dari suatu
daerah, seperti cara hidup, musik, kesenian,
tari-tarian, dan hal-hal yang unik dan asli dari suatu kebudayaan.
c.
Motivasi Interpersonal,
seperti melihat teman, kerabat maupun pencerahan rohani.
d.
Status atau prestise,
yaitu motivasi yang dilakukan untuk pendidikan, ilmu pengetahuan, mendapat
pengakuan atau perhatian orang lain.
Teori motivasi relevan digunakan dalam
penelitian ini karena terkait dengan faktor-faktor pendorong bagi Mahasiswa untuk mengunjungi
tempat hiburan malam. Motivasi yang dimiliki nantinya akan berpengaruh terhadap
bagaimana produk dan pelayanan yang diterima akan mempengaruhi persepsinya
terhadap produk dan pelayanan tersebut.
Motivasi seseorang dalam menikmati hiburan malam
didasarkan pada motif akan kepuasan dan kebutuhan akan kontak sosial. Hal tersebut
tercermin pada adanya keinginan yang secara sengaja datang ke suatu tempat
hiburan malam dengan selera masing-masing, sehingga mereka mau mengeluarkan biaya
untuk membayar biaya masuk ke tempat hiburan tersebut. Hal lain yang menjadi
motif untuk menikmati hiburan malam dikarenakan sarana yang disediakan
memuaskan. Kebutuhan akan kontak sosial tercermin dari adanya keinginan untuk
bertemu dengan rekan-rekannya. Menurut
Teori Behaviorisme ”Law of Effects” dalam Handoko (1992) perilaku yang tidak
mendatangkan kesenangan tidak akan diulangi. Jadi, seseorang tidak akan
menikmati atau menggunakan sarana tempat hiburan malam, bila hal tersebut
dianggap tidak memberikan kepuasan pada kebutuhannya. Motivasi mendorong untuk
menikmati hiburan malam merupakan suatu pemuasan akan kebutuhannya (Rakhmat,
2000).
B.
METODE PENELITIAN
Metode penelitian
adalah suatu cara yang dipergunakan untuk melakukan penelitian sehingga mampu
menjawab rumusan masalah dan tujuan penelitian. Metode penelitian pada dasarnya
merupakan cara ilmiah untuk mengumpulkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu.
Cara ilmiah berarti kegiatan penelitian itu didasarkan pada ciri-ciri keilmuan
yaitu rasional, empiris dan sistematis. Menurut Soerjono Soekanto (1990:457),
penelitian merupakan suatu kegiatan yang dilandaskan pada analisis dan
kontruksi yang dilakukan secara sistematik, metodologis, dan konsisten.
1.
Subyek Penelitian
Subyek penelitian merupakan
informen yang dijadikan sumber penggalian data-data mengenai obyek yang
diteliti. Adapun yang menjadi subyek dalam penelitian ini dapat dikategorikan
sebagai berikut :
-
Mahasiswa
pengunjung Planet Pool Centre sebanyak 12 orang
-
Pihak Pengelola planet
pool centre sebanyak 6 orang
2.
Lokasi Penelitian
Lokasi penelitian adalah tempat
di mana penelitian akan dilakukan oleh seorang peneliti. Adapun yang menjadi
lokasi dalam penelitian ini adalah Planet Pool Centre, Jalan Urip Sumoharjo, No
139, Yogyakarta.
3.
Obyek Penelitian
Obyek merupakan apa yang hendak
diselidiki di dalam kegiatan penelitian. Oleh sebab itu obyek dalam penelitian
ini adalah perilaku mahasiswa pengunjung hiburan malam.
a.
Definisi Konsep
Dalam penelitian, seorang peneliti menggunakan istilah
yang khusus untuk menjelaskan secara tepat hal yang akan ditelitinya. Konsep
adalah abstraksi mengenai sesuatu yang di rumuskan atas dasar penalaran dari
sejumlah karakteristik kejadian, keadaan, kelompok atau individu tertentu
(Singarimbun dan Effendi, 1989:32). Mely
G. Tan (dalam koentjoroningrat, 1997:30) menyatakan bahwa suatu penelitian
berusaha melihat dan menggambarkan atau melukiskan secara sistematis, faktual
dan akurat tentang fakta-fakta, sifat-sifat, serta hubungan antara fenomena
yang diteliti agar ruang lingkup dan batas persoalan dalam penelitian ini tidak
meluas. Konsep dalam penelitian ini
diuraikan sebagai berikut :
1) Perilaku : Perilaku merupakan hasil dari segala
pengalaman serta interaksi manusia dengan lingkungannya yang terwujud dalam
bentuk pengetahuan, sikap dan tindakan.
2)
Mahasiswa : Mahasiswa
adalah sekumpulan individu yang mengikuti proses belajar mengajar dalam suatu
instansi baik itu negeri ataupun swasta. Untuk menjadimanusia-manusia yang
berintelektual dan berguna bagi diri sendiri dan masyarakat umum
dilingkungannya tersebut.
3)
Perilaku Mahasiswa
: Perilaku mahasiswa merupakan segala macam pengalaman
serta interaksi mahasiswa
dengan lingkungannya yang terwujud dalam bentuk pengetahuan, sikap dan tindakan
yang dilakukan olehseseorang yang menuntut ilmu dan terdaftar secara resmi di
suatu Perguruan Tinggi.
4)
Hiburan Malam : Hiburan
malam adalahsuatu kegiatan yang ditujukan untuk memberikan kesenangan bagi
orang-orang agar dapat menghilangkan kejenuhan dari berbagai ativitasnya dan
dari berbagai perasaan tidak enak atau susah yang sedang dirasakan orang-orang
tersebut, yang ada pada malam hari.
b.
Definisi Operasional
Menurut Masri Singarimbun (1989:46), definisi operasional
adalah salah satu unsur yang sangat membantu hubungan antara peniliti yang
merupakan petunjuk tentang bagaimana suatu variabel diukur. Dengan membaca
definisi operasional pada suatu penelitian, seorang peneliti akan mengetahui
baik buruknya pengukuran tersebut. Dengan kata lain, definisi operasional
adalah semacam petunjuk pelaksanaan bagaimana caranya mengukur suatu variabel.
Adapun menurut Mohammad Nasir (1998:246) definisi operasional adalah suatu
definisi yang diberikan kepada suatu variabel dengan cara memberikan arti atau
menspesifikasikan kegiatan ataupun memberikan suatu operasional yang diperlukan
untuk mengukur variabel tersebut. Definisi operasional dalam penelitian ini
adalah sebagai berikut:
1)
Aktivitas mahasiswa
pengunjung hiburan malam
a)
Adanya kesenangan
b)
Adanya kepuasan
2)
Penyebab mahasiswa
mengunjungi hiburan malam
a)
Mengikuti ajakan
teman
b)
Kebutuhan akan
kontak sosial
c)
Gaya Hidup
3)
Pengaruh hiburan
malam terhadap kegiatan mahasiswa di kampus
a)
Ada tidaknya
tindakan menyimpang
b)
Keseharian
mahasiswa ketika berada di lingkungan kampus
E.
Teknik Pengumpulan Data
Suatu penelitian, baik
dalam mengumpulkan data maupun dalam
pengolahan data, pastilah mengharuskan adanya metode yang jelas, sistematis dan
terarah. Metode merupakan cara kerja untuk memahami obyek yang menjadi sasaran
ilmu yang dikaji (Taufik dan Karim, 1989:5). Pengumpulan data dilakukan dengan
cara:
1.
Observasi
Observasi atau pengamatan
adalah kegiatan manusia dengan menggunakan mata dan panca indra lainnya seperti
telinga, penciuman, mulut dan kulit. Karena itu, observasi adalah kemampuan
seorang untuk menggunakan pengamatannya melalui hasil kerja pencarian mata
serta dibantu dengan pancaindra lainnya (Burhan Bungin, 2008: 115). Jadi dapat
disimpulkan bahwa observasi adalah suatu cara pengumpulan data dengan jalan
pengamatan secara langsung mengenai obyek penelitian.
Dalam menggunakan metode
observasi peneliti mengamati tindakan,
aktifitas, relasi mahasiswa dengan hiburan malam yang dinikmati, pada salah
satu tempat di kota Yogyakarta yaitu tempat billiard Planet Pool centre.
2.
Wawancara
Wawancara adalah metode
pengumpulan data dengan melakukan tanya jawab secara lisan atau tulisan dengan
responden. Dalam hal ini, penulis melakukan wawancara dengan mahasiswa
pengunjung planet pool centre dan pihak pengelola yang berada di lokasi
penelitian. Menurut Singarimbun (1989:198), melalui wawancara peneliti dapat
menggali informasi lebih dalam sehingga diperoleh jawaban yang lebih khusus dan
lebih tepat.
Mengingat latar belakang
kehidupan mahasiswa yang berada di Yogyakarta berasal dari daerah dan suku yang
berbeda-beda. Untuk cara kerja peneliti sendiri terjun kelapangan melihat
sendiri kondisi untuk mewawancarainya.
3.
Dokumentasi
Dokumentasi berasal dari kata
dokumen, yang artinya barang-barang tertulis. Menurut Winarno Surachmad
(1982:184), pengertian dokumentasi sebagai laporan tertulis dari suatu
peristiwa yang isinya terdiri atas penjelasan dan pemikiran terhadap peristiwa
itu dan tertulis dengan sengaja untuk menyimpan atau meneruskan keterangan atau
peristiwa tersebut. Metode ini merupakan pengambilan data berdasarkan dari
dokumen-dokumen, foto atau catatan-catatan resmi yang ada dilokasi penelitian
untuk melengkapi data-data yang dibutuhkan.
F.
Teknik Analisis Data
Analisis data merupakan suatu
langkah yang sangat kritis dalam penelitian. Analisis merupakan faktor penting
dalam penelitian. Maksud analisis adalah proses menghubung-hubungkan,
memisahkan dan mengelompokkan antara fakta yang satu dengan fakta yang lain,
sehingga dapat ditarik kesimpulan sebagai akhir pembahasan.
Data-data yang telah terkumpul
agar mudah ditarik kesimpulan maka diolah dalam bentuk analisis deskriptif
yaitu suatu upaya menggambarkan atau melukiskan keadaan atau obyek penelitian dengan
mengemukakan gejala-gejala secara lengkap didalam aspek yang diselidiki, agar
jelas keadaan atau kondisinya pada saat sekarang berdasarkan fakta-fakta yang
tampak atau sebagaimana adanya (Nawawi, 1995:111 ).
Teknik
menganalisis data yang harus dilakukan oleh peneliti adalah menggunakan model
analisis jalinan atau mengalir yang dalam pelaksanaan penelitian ada 3 (tiga)
komponen yang saling berkaitan dan berinteraksi yang tidak bisa dipisahkan,
yaitu:
1. Reduksi
Data
Reduksi
data berupa pokok-pokok temuan yang penting dalam arti inti pemahaman segala
peristiwa yang dikaji.
2. Sajian
Data
Berupa
cerita sistematis yang logis dengan suntingan penelitian supaya makna peristiwa
lebih jelas dan dipahami.
3. Penarikan
Kesimpulan dan Verifikasi
Pada waktu
pengumpulan data berakhir peneliti mulai
melakukan usaha untuk menarik kesimpulan dan verifikasinya berdasarkan semua
hal yang terdapat dalam reduksi maupun sajian data.Bila kesimpulan kurang
mantap karena kurangnya rumusan dalam reduksi maupun sajian data, maka peneliti
kembali melakukan pengumpulan data yang sudah terfokus untuk mendukung
kesimpulan yang adadan juga bagi pendalaman data.Berikut adalah gambar dari teknik
analisis data:

(Sumber: H. B. Sutopo, 2002: 96)
Gambar
1.1.
Teknik Analisis Data
BAB II
DESKRIPSI WILAYAH
A.
Sejarah
Berdirinya Planet Pool Centre
Planet Pool Centre sebagai
salah satu perusahaan yang bergerak dalam bidang tempat hiburan dalam bentuk
rumah billiard dan sudah cukup lama berdiri di Yogyakarta. Pelopor pendiri Planet Pool Centre adalah Bapak Polim
Tito, beliau juga adalah atlet billiard, maka dari itu bisnis billiard ini
merupakan bukti kecintaan beliau terhadap olahraga yang mengandalkan strategi
dan konsentrasi ini. Planet Pool
Centre didirikan pada tanggal 8 April 2006 yang berlokasi di Jl. Urip
Sumoharjo No.139 Yogyakarta yang hingga saat ini masih tetap eksis di dalam
bisnis rumah billiard.Dibangun dengan konsep gedung yang sederhana namun sesuai
dengan kegunaannya. Suasana yang dibuat di Planet Pool Centre adalah suasana yang sporty, ini terbukti dari display
meja yang diatur sedemikian rupa sehingga jarak antara meja satu dengan
lainnya tidak terlalu dekat sehingga tidak mengganggu, kualitas dari meja
billiard yang disediakan, dan yang berbeda dari Planet Pool Centre adalah selalu mengadakan tournament-tournament bergengsi di
hampir setiap bulannya.
Tournament
diadakan terbuka untuk para peminat billiard, biasanya setiap tournament yang
diadakan akan diumumkan terlebih dulu klasifikasi pemain yang boleh ikut mulai
dari kelas amatir sampai professional. Ajang ini dimanfaatkan Planet Pool
Centre sekaligus untuk mencari siapa orang yang berbakat di dalam olahraga
billiard, yang kemudian akan direkomendasikan untuk menjadi atlet billiard
tingkat provinsi bahkan tidak menutup kemungkinan untuk tingkat nasional.
Perusahaan rumah billiard di Yogyakarta pada umumnya berada di bawah naungan
POBSI (Persatuan Olahraga Billiard Seluruh Indonesia). Bapak Polim sendiri
adalah mantan pengurus POBSI, maka tidak heran apabila Planet Pool Centre sudah
bisa memegang target pasar untuk para peminat billiard di Yogyakarta.
Planet Pool Centre terletak
di Jalan Urip Sumoharjo dan merupakan tempat yang sangat strategis untuk
dijangkau bagi mereka yang ingin mengunjungi Planet Pool Centre Ini karena Planet tepat berada di pinggir
jalan raya solo, jalan utama penghubung Jogja-Solo. Didepannya terdapat bioskop
terkenal di Yogyakarta yaitu XXI, sehingga memudahkan orang-orang untuk
mengetahui letak Planet Pool Centre.Planet Pool Centre memiliki kurang
lebih 65 orang karyawan, dan masing-masing dari mereka memiliki latar belakang
pendidikan mulai dari tingkat SMA, SMK atau sederajat, dan S1. Jika dalam
presentase lulusan S1 sekitar 20%, lulusan SMA dan sederajat mencapai
80%.Mereka adalah karyawan dan karyawati yang memiliki kemampuan dalam bidang
manajemen, juga paham organisasi. Sehingga ketika mereka melamar dan kemudian
menjalani proses interview sudah
memiliki kemampuan tersebut, dan kemudian akan melalui proses masa training sekitar satu bulan bagi
calon pegawai, ini ditujukan agar tidak salah dalam penempatan kerja.
Planet Pool Centre juga
memperhatikan hubungan antara pegawai dan perusahaannya. Aktivitas internal
perusahaan sering dilakukan guna menjalin hubungan yang harmonis dan mempererat
tali persaudaraan dalam berbagai hal seperti : melaksanakan rapat setiap
harinya untuk mengevaluasi dan memberikan informasi yang terkini tentang semua
kegiatan setiap harinya, mengadakan acara ulang tahun karyawan, liburan di hari
tertentu yang sudah disepakati bersama tentunya. Apabila terjalin hubungan yang
harmonis dalam lingkungan perusahaan, maka secara otomatis akan berdampak
positif kepada semua orang yang ada di lingkungan tersebut.
B.
Visi
dan Misi Planet Pool Centre
Visi
planet pool centre adalah berusaha menjadi salah satu rumah billiard yang dapat
menarik hati masyarakat dan mudah untuk dijangkau oleh konsumen.
Misi
planet pool centre adalah memberikan sarana untuk bermain billiard bagi para
pecinta olahraga billiard. Serta memberikan kenyamanan kepada pelanggan dengan
fasilitas yang diberikan, sehingga diharapkan adanya loyalitas dari konsumen.
C.
Struktur
Organisasi Planet Pool Centre
Dalam
kegiatannya Planet Pool Centre disetiap
bagiannya masing-masing memiliki tugas dan tanggung jawab yang berbeda antara yang
satu dengan yang lainnya, berikut struktur organisasi dari Planet Pool Centre,
Gambar II.1
Struktur Organisasi Planet Pool Centre
Koki
Pemandu Waiters Security Cleaning Service Kasir
Kapten ;
Staf
I :- Akhit
- Bowo
- Faisal
Staf
II : - Andi
- Ari
- Kevin
Sumber
data :Data Primer, 2015
Deskripsi
tugas tiap divisi :
1. Owner :
Merupakan
pemilik dan penyandang dana dari Planet
Pool Centre.
2.
General Manager :
a.
Merencanakan strategi implementasi atas kebijakan perusahaan secara menyeluruh
agar dapat dijalankan secara optimal.
b.Memonitor
pelaksanaan kebijakan dan strategi perusahaan serta memastikan kelancaran
peelaksaannya agar dapat berjalan secara maksimal dan tepat.
c.
Mengevaluasi dan menganalisa hasil implementasi strategi perusahaan serta
mencari usulan atas pemecahan masalah yang tiimbul.
3.
MarketingOperasional :
a.
Mengkomunikasikan / mempromosikan perusahaan kepada lembaga-lembaga pemerintah
maupun perusahaan.
b.
Mengarahkan, mengorganisir dan penngawasana terhadap seluruh kegiatan yang ada
di Planet Pool Centre.
c.
Mengangkat karyawan, membuat peraturan dan kebijakan ketenagakerjaan yang
diberlakukan terhadap seluruh karyawan.
d.
Membuat tugas mengenai pembagian tugas, wewenang dan tanggung jawab.
4.
Supervisor :
a.
Melakukan supervise langsung terhadap tim yang dibawahinya.
b.
Mendisiplinkan karyawan sesuai dengan ketentuan / peraturan yang berlaku di
perusahaan.
c.
Bertanggung jawab atas keselamatan kerja dan standard kebersihan lingkungan
kerja.
5.
Wakil Supervisor :
Memiliki
tugas yang sama dengan supervisor, hanya saja apabila supervisor sibuk maka
wakil supervisor akan menanganinya.
6.
Kapten :
Bertanggung
jawab di lapangan dan memimpin para pemandu. Di Planet ada tiga kapten yang
ditugaskan dua shift dalam satu hari.
7.
Pemandu :
Melayani
langsung pengunjung yang bermain billiard di Planet.Mulai dari menyusun bola,
mengambilkan bola putih yang jatuh, bahkan menemani konsumen bermain.
8.
Kasir :
a.
Melakukan transaksi pembayaran secara langsung.
b.
Mencatat fisik kas yang diterima dan melaporkannya secara harian dalam buku
standar yang sudah dibuat.
9.Cleaning Service :
a.
Membersihkan dan merapikan peralatan billiard.
b.
Membersihakn lantai karpet di tiap lantai (secara bergilir).
c.
Mengirim / mengambil dokumen antar divisi.
d.
Melayani permintaan fotokopi/faksimili atau lainnya.
e.
Membuang sampah yang ada di area Planet Pool Centre.
10.
Koki :
Bertanggung
jawab atas operasional dapur, juga pengadaan dan pelaksanaan di dapur yang
berhubungan dengan segala macam makanan maupun minuman.
11. Waitress :
a.
Memiliki tugas mencatat orderan, dan melayani costumer yang ingin memesan
makanan atau minuman.
b.
Memeriksa stok makanan dan minuman setiap harinya.
c.
Membuat rekap akhir pendapatan setiap shift.
12.
Security :
Bertugas
menjaga keamanan di Planet Pool Centre
dan sekitarnya.
D.
Fasilitas yang tersedia
di Planet Pool Centre
Planet Pool Centre merupakan
rumah billiard yang menyediakan sarana olahraga billiard, mulai dari meja
billiard, stick billiard, sarung tangan billiard, dan sebagainya. Selain itu Planet Pool Centre juga memiliki kafe
dan beberapa program-program kegiatan untuk menarik para konsumen seperti
diadakannya turnamen-turnamen.
1.
Kafe
Kafe
terletak di lantai satu dan merupakan tempat yang nyamanuntuk bersantai.Di kafe
ini pengunjung bisa memesan berbagai macammenu hidangan mulai dari makanan
ringan sampai makanan berat sepertinasi goreng, kwetiau, bistik, bakso, roti
bakar, dan banyak lagi.Di kafe inijuga menyediakan berbagai macam jenis minuman
mulai dari minuman ringan bersoda bahkan minuman hangat seperti aneka pilihan
kopi.
2.
Entertainment
Selain
makanan dan minuman yang disajikan di Planet Pool Centre, terdapat juga
beberapa program-program khusus yang dilakukanPlanet Pool Centre untuk menarik
minat pelanggannya.Program-programtersebut mulai dari program regular, annual
event, serta special event.Berikut program-program yang ada di Planet Pool
Centre :
a. Program Regular
“Free For Ladies” merupakan program yang ada setiap
hari kamisdan minggu. Untuk hari kamis dimulai dari jam 17.00 – 21.00
wib,sedangkan untuk hari minggu dimulai dari pukul 17.00 – 22.00wib. Program
ini diadakan Planet Pool Centre untuk menarik pelanggan khususnya wanita.
b. Programannual
event
Merupakan
program Planet Pool Centre yang diadakan setahun sekali dengan mengambil moment-moment
penting seperti tahun baru, valentine, anniversary, dsb.
c. Program special event
Tournament merupakan special event yang dimiliki
Planet Pool Centre, mulai dari tournament tingkat lokal sampai pada tournament
tingkat nasional.Turnamen biasanya diadakan minimal tiga kali dalam setahun.
E. Penentuan Harga
Harga merupakan salah satu bagian yang sangat
penting dalam pemasaran suatu produk.Harga merupakan suatu nilai tukar dari produk
barang maupun jasa yang dinyatakan dalam satuan moneter.Harga merupakan salah
satu penentu keberhasilan suatu perusahaan, karena harga menentukan seberapa
besar keuntungan yang akandiperoleh perusahaan dari penjualan produknya baik
berupa barang maupun jasa. Perusahaan menetapkan harga sesuai dengan segmentasi
pasar Planet Pool Centre yaitu golongan menengah ke atas.Selain itu juga diimbangi
dengan fasilitas maksimal yang diberikan perusahaan kepada
pelanggannya.Berdasarkan hal ini, maka perusahaan berani untuk memberikan harga
sedikit lebih tinggi dibandingkan dengan rumah billiard lainnya. Berikut daftar
harga di Planet Pool Centre :
Tabel
II.1
Tarif
Harian Billiard di Planet Pool Centre
|
Lantai
|
No. Meja
|
Happy Hour
|
Reguler
|
|
1
|
1 – 15
|
Rp.
15.000,00
|
Rp.
18.000,00
|
|
2
|
16 – 33
|
Rp.
15.000,00
|
Rp.
18.000,00
|
|
3
|
34 – 50
|
Rp.
15.000,00
|
Rp.
18.000,00
|
Sumber
data :Inventaris Planet
Pool Centre (2015)
Karakteristik konsumen Planet Pool Centre adalah
orang-orang yang aktif, dinamis, suka bergaul, suka nongkrong, selalu ingin
mencoba hal baru dan gemar olah raga billiard tentunya.Kemudian sasaran konsumen
yang di bidik Planet Pool Centre adalah para usahawan, mahasiswa dan wisatawan.
Berikut merupakan tabel yang menunjukkan prosentasi pengunjung yang datang ke
Planet Pool Centre :
Tabel II.2
Data Pengunjung Planet Pool Centre 2015
|
No
|
Jenis Pekerjaan
|
Usia
|
Presentase
|
|
1
|
Mahasiswa & Pelajar
|
17-25 tahun
|
80 %
|
|
2
|
Usahawan
|
28-40 tahun
|
10 %
|
|
3
|
Wisatawan
|
25-40 tahun
|
10 %
|
Sumber : Wawancara dengan General Manager PPC
BAB III
ANALISIS DATA
Padabab ini, peneliti akan memaparkan
hasil penelitian dan analisis data yang dilakukan mengenai Perilaku Mahasiswa
Pengunjung Hiburan Malam. Analisis dari hasil penelitian adalah sebagai jawaban
atas pertanyaan yang diajukan di dalam mengidentifikasi suatu permasalahan yang
disajikan dalam bentuk analisis dan diinterpretasikan atas data yang diperoleh
dan dikumpulkan dari penelitian di lapangan dengan mengunakan data yang berasal
dari hasil pengamatan, wawancara, dan dokumentasi.
Adapun tujuan dari analisis data adalah
untuk menyederhanakan data ke dalam bentuk yang lebih mudah dibaca dan di
mengerti sehinggga maksud dan tujuan
dapat dipahami dengan jelas dan
transparan.
Sebelum melakukan pembahasan pada hasil
penelitian dan analisis data, peneliti akan mendeskripsikan informen terlebih
dahulu.
A.
Deskripsi
Informan
Dalam penelitian ini, peneliti mengumpulkan
informasi dari 18 (delapan belas) orang informen.Terdiri dari 12(dua belas)
orang mahasiwa yang menurut kami telah memenuhi kriteria karena mereka itulah yang
kami lihat sering main ke PPC dan 6 (enam) orang pihak pengelola PPC.Adapun
identitas informen kami sajikan dalam bentuk tabel sebagai berikut.
1.
Identitas
Informan Pengunjung Hiburan Malam
Tabel III.1
Identitas
Informan Pengunjung Hiburan Malam
|
No.
|
Nama
|
Umur
|
Jenis Kelamin
|
Perguruan Tinggi
|
Semester
|
|
1.
|
M Abror
|
25 tahun
|
L
|
ISTIPER
|
8
|
|
2.
|
Mima Suri
|
23 tahun
|
P
|
AMIKOM
|
8
|
|
3.
|
Angraini
|
21 tahun
|
P
|
STIE
|
4
|
|
4.
|
Nai
|
22 tahun
|
P
|
STIPRAM
|
6
|
|
5.
|
Ahmadi
|
21 tahun
|
L
|
STIPRAM
|
4
|
|
6.
|
Guntur
|
20 tahun
|
L
|
STIPRAM
|
2
|
|
7.
|
Rian
|
24 tahun
|
L
|
UPN Veteran
|
6
|
|
8.
|
Mia
|
22 tahun
|
P
|
UNRIO
|
4
|
|
9.
|
Maikel
|
24 tahun
|
L
|
UNRIO
|
8
|
|
10.
|
Adi
|
20 tahun
|
L
|
UST
|
2
|
|
11.
|
Tio
|
22 tahun
|
L
|
AMIKOM
|
6
|
|
12.
|
Restu
|
21 tahun
|
L
|
UNY
|
6
|
Sumber : Data Primer, 2015
Dari data tabel III.1 di atas dapat di lihat
bahwa pengunjung PPC merupakan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi yang
ada di Yogyakarta. Mayoritas mahasiswa yang mengunjungi PPC adalah laki-laki
yaitu sebanyak 8 orang dan perempuan
hanya 4 orang. Hal tersebut dibuktikan pada saat kami melakukan penelitian
selama di PPC, pengunjung perempuan memang sangat sedikit.Di karenakan peminat
billiard dikalangan perempuan tidak begitu besar.Adapun umur merekapun
bervariasi mulai dari umur 20 tahun sampai umur 25 tahun. Mereka merupakan
mahasiswa yang sangat aktif berkunjung ke PPC, jika melihat dari semester yang
di tempuh sebagian dari mereka memang ada yang sedang dalam proses penyelesaian
skripsi. Oleh sebab itu banyak waktu luang yang mereka gunakan untuk
bersenang-senang menikmati hiburan tanpa harus memikirkan kuliah keesokan
harinya.Sedangkan yang masih aktif kuliah, merekapun juga tetap eksis menikmati
hiburan walaupun esok harinya ada jadwal masuk kuliah.
2.
Identitas
Informan Pengelola PPC
Tabel III.2
Identitas
Informan Pengelola PPC
|
No.
|
Nama
|
Umur
|
Jenis Kelamin
|
Tingkat Pendidikan
|
Jabatan
|
|
1.
|
Agustinus W.
|
28
|
L
|
S1
|
General Manager
|
|
2.
|
Galih
J.
|
30
|
L
|
D3
|
Supervisor
|
|
3.
|
Akhit
|
31
|
L
|
SMK
|
Kapten
|
|
4.
|
Ari
|
29
|
L
|
SMK
|
Kapten
|
|
5.
|
Sandy
|
23
|
L
|
SMK
|
Pemandu
|
|
6.
|
Fajar
|
24
|
L
|
SMK
|
Pemandu
|
Sumber : Data Primer, 2015
Dari data tabel III.2 di atas dapat di lihat dari
tingkat pendidikan, mayoritas dari mereka adalah lulusan sekolah menengah
kejuruan.Selain itu 2 diantaranya yaitu mas Adi manager lulusan S1 dan Galih
lulusan D3. Untuk General Manager memang diperlukan seseorang dengan lulusan
perguruan tinggi sama hal nya dengan Supervisor, karena jabatan yang mereka
pegang membutuhkan pengalaman serta kemampuan yang sesuai dengan bidangnya.
Sehingga mereka dapat bertanggungjawab atas apapun secara keseluruhan serta
mengontrol bawahannya.Sedangkan untuk Kapten cukup dengan lulusan SMK sudah
bisa bekerja sebagai Kapten.Kapten sendiri tugasnya untuk bertanggungjawab
dilapangan dan mengawasi para pemandu.Peran penting pemandu menyusun bola
billiard dan menemani pengunjung sampai selesai.Alasan kami memilih mereka
sebagai informen adalah karena mereka yang lebih tau dan pastinya mampu
memberikan semua informasi yang kami butuhkan, sebab mereka memiliki pengalaman
yang cukup lama juga bekerja di PPC. Selain itu dari keseluruhan karyawan PPC
20% diantaranya merupakan mahasiswa tingkat akhir, atau dalam masa skripsi yang
mengisi waktu luangnya untuk bekerja sebagai pemandu di PPC, dan mayoritas
mereka mengambil sift pada malam hari.
B.
Perilaku
Mahasiswa Pengunjung Hiburan Malam
Untuk
lebih mudah dalam menjawab permasalahan yang diteliti, kami menggunakan
beberapa indikator mengenai Perilaku Mahasiswa Pengunjung Hiburan Malam sebagai
berikut:
1.
Aktivitas
Mahasiswa Pengunjung Hiburan Malam
Dinamika
mahasiswa atau hubungan dengan mahasiswa tidak lepas dari tiga sudut pandang
untuk melihat interaksi sosial mahasiwa itu sendiri, dalam interaksinya mahasiwa
biasa dilihat dalam tiga dunia kesehariannya, yaitu “mahasiwa di dunia kampus”,
“mahasiwa di dunia kost”, “mahasiwa di dunia luar” yang dimaksud mahasiwa di
dunia luar adalah mahasiswa yang beraktifitas tidak ada hubungan dengan dunia
Universitas dan kesehariannya di kost, lebih kepada aktifitasnya jalan-jalan mencari
hiburan dan refresing.Hiburan malam pun menjadi alternatif untuk melepas penat
saat seharian beraktivitas.
a.
Adanya
Kesenangan
Apabila berada ditempat
hiburan malam, salah satu yang ingin dicapai oleh pengunjung adalah
kesenangan.Karena hiburan malam adalah aktifitas yang ada saat malam
tiba.Hiburan malam, tempat hiburan, dan para penikmatnya adalah satu paket
pengisi dunia malam.Malam hari adalah milik mereka yang mencari kesenangan
duniawi.Waktunya untuk bersantai dan menikmati hidup.Hal tersebut seperti yang
di ungkapkan oleh pengunjung yang bernama Adi (20 tahun) :
Hiburan
malam itu tempatnya untuk bersenang-senang, refresing, Biasanya sih pergi bukan
hanya tempat billiard tapi ke kaffe atau sekedar jalan-jalan ke alun-alun, nol
km, ya banyak lah. Kalau kesini ya aku main billiard,, ngobrol-ngobrol sama
teman-teman sambil ngeliatin cewek kalo ada yang cantik,, (Data Primer, Mei
2015)
Pendapat yang hampir sama dengan Adi juga dikatakan pengunjung, Tio
(22 tahun) :
Hiburan
malam yang aku tau ya hiburan pada malam hari, refresing ya seperti dugem,
santai senang-senang untuk ngilangin suntuk. Apalagi di sini ngumpul sama teman
sambil main billiard sambil cerita-cerita, ngomongin masalah masing-masing.
Selain disini kadang juga aku ke terracce kaffe atau liquid,,yaa nyenengin diri
lah. (Data Primer, Mei 2015)
Pendapat yang juga sama
diungkapkan Restu (21 tahun) :
Kalau dengar kata hiburan
malam sih pasti sudah jelas,, hubungannya pasti senang-senang, santai,
jalan-jalan dan pastinya di malam hari..disini aku selain main billiard ya
ngobrol sama teman, kadang sambil ngutak-ngutik hp,, tapi ya ada aja yang di
obrolin.. kalau aku sih lebih suka nongkrong ngumpul sama teman tu seringnya
ditempat billiard,, enak aja. (Data Primer, Mei 2015)
Pendapat sama diungkapkan
Rian (24 tahun) :
Hiburan
malam itu sarana untuk refresing, tempat untuk menghilangkan rasa suntuk,,
senang-senangbiasaya kesini tujuannya untuk bermain biliard, tapi kalau tidak
main biasanya oline atau cuma sekedar duduk sama teman,, aku juga suka karoke..
(Data Primer, Mei 2015)
Hal sama dikatakan secara
singkat oleh Mia (22 tahun) :
Hiburan malam itu tempat
untuk senang-senang, disini ya main billiard dong,, hiburan lain yang aku
sukain ya karoke, klabing di likuid,, (Data Primer, Mei 2015)
Pendapat yang hampir sama
juga dikatakan oleh Abror (25 tahun) :
Hiburan malam tempat untuk
main-main, senang-senang yaa nongrong,, aku sukanya nongkrong di tempat biliard
dari pada di kaffe atau ditempat lain.. (Data Primer, Mei 2015)
Pendapat sama dikatakan Mima
(23 tahun) :
Tempat untuk senang-senang,,
refreshing sambil liat-liat orang baru,, biasanya sih kalau datengin tempat
billiard sekedar ngeliat cowok-cowok keren,, siapa tau dapat gebetan.. selain
kesini ya ketempat karoke, atau jalan-jalan ke Mall. (Data Primer, Mei 2015)
Pendapat sama dikatakan
Anggraini (21 tahun) :
Tempat menghabiskan waktu di malam hari, melihatin cowok-cowok,
selain itu tempat hiburan malam lainya lebih disukai ke dunia gemerlap (dugem).
(Data Primer, Mei 2015)
Pendapat sama di katakan Nai
(22 tahun) :
Tempat senang-senang selain itu ikut bermain beliard, kalo tempat
lain ya ke dunia gemerlap (dugem)(Data Primer, Mei 2015)
Pendapat sama dikatakan oleh
Madi (21 tahun) :
Tempat mencari jaringan baru
atau mencari cewek, buat happy aja,, selain kesini aku senang karaoke, (Data Primer, Mei 2015)
Pendapat sama seperti
dikatakan Guntur (20 tahun) :
Tempat melepas pikiran atau
beban seharian dikampus, refreshing cari hiburan baru,,biasanya dunia gemerlap
(dugem),, (Data Primer, Mei 2015)
Beberapa pernyataan diatas
juga diperkuat oleh ungkapan mas Akhit (31 tahun) selaku Kapten :
Hiburan malam itu kan
tujuannya untuk senang-senang, kalau menurut saya ya sah-sah aja kalau
mahasiswa banyak yang suka..namanya juga anak muda,, rasa ingin tau nya itu
masih sangat besar. Apalagi mahasiswa yang masih baru-baru.. (Data Primer, Mei
2015)
Dari
hasil wawancara di atas dapat kita bahas bahwa Hiburan malam merupakan sarana
mahasiswa untuk bersenang-senang, bersantai ngumpul dengan teman-teman sekedar
ngobrol atau sharing dan merefresh pikiran mereka dari segala aktivitas yang
mereka lalui pada siang harinya. Hal ini sesuai dengan teori yang di uraikan
pada bab I sebelumnya bahwa Tempat hiburan malam adalah tempat atau suatu
kegiatan yang ditujukan untuk memberikan kesenangan bagi orang-orang agar dapat
menghilangkan kejenuhan dari berbagai aktivitasnya dan dari berbagai perasaan
tidak enak atau susah yang sedang dirasakan orang-orang tersebut, yang ada pada
malam hari.Sudah biasa kalau manusia memiliki keinginan ingin senang.Itu adalah
hal yang wajar. Bagi para mahasiswa, setiap keinginan untuk senang-senang
sering didapati dengan cara nongkrong bersama teman-temannya ditempat hiburan. Selain itu aktivitas yang mereka lakukan di tempat
hiburan seperti PPC yaitu ada yang sibuk bermain billiard, ada yang sambil
ngobrol dengan rekan-rekannya, adapula yang hanya sekedar ngikut teman
nongkrong.
b.
Adanya
Kepuasan
Dalam mengunjungi hiburan
malam pasti ada kepuasan tersendiri yang mereka rasakan.Baik itu dari pelayanan
yang diberikan oleh pengelola tempat hiburan, maupun fasilitas yang diberikan.Dengan
segala fasilitas yang diberikan oleh pengola tempat hiburan tersebut, mahasiswa
akan selalu mendapatkan kepuasan yang diinginkan oleh mereka. Seperti yang di
ungkapkan oleh Rian (24 tahun) :
ya kepuasan apalagi kalau bukan
main bilard sambil olahraga dan Yang pasti pelayanan bagus tempatnya juga
nyaman dan luas. (Data Primer, Mei 2015)
Pendapat sama dikatakan Mia
(22 tahun) :
yaaa
kepuasannya bisa main biliard,disini ada gratisnya khusus untuk ladis, planet
pool center tempatnya luas,ada 3 lantai jadi enak buat nongkrong.. (Data
Primer, Mei 2015)
pendapat sama di katakan
Abror (25 tahun) :
ok kepuasan yang di dapat
mendapat diskon 10% menjadi member di PPC, pelayanannya juga bagus,, ramah juga
karyawan-karyawannya.. (Data Primer, Mei 2015)
pendapat sama dikatakan Mima
(23 tahun) :
yyya puas dengan pelayaan di
ppc mesan minuman tidak menunggu lama sudah datang (Data Primer, Mei 2015)
pendapat sama dikatakan
Angraini (21 tahun) :
puas merasakan suasana dengan
musik-musik yang ada, serta karyawan ppc ramah-ramah,, (Data Primer, Mei 2015)
pendapat sama juga dikatakan
Nai (22 tahun):
puas biasa main karena banyak
kenalan d ppc, pelayanannya juga bagus dalam menyusun bola tidak menggu waktu
yang lama. (Data Primer, Mei 2015)
pendapat sama dikatakan
Ahmadi (21 tahun) :
kepuasan yang di rasakan
pelayanan mbak-mbak nya baik, puas bisa berjam-jam disini sama
teman-teman,, (Data Primer, Mei 2015)
pendapat sama juga dikatakan
Guntur (20 tahun) :
ya dengan sering main di ppc
mendapat diskon 30% dengan menunjukan Kartu Tanda Mahasiswa (KTM) layanan ramah
dan cepat saat menyususn bola beliard,, pokoknya puas lah.. (Data Primer, Mei
2015)
pendapat sama juga dikatakan
Mia (22 tahun) :
biliard itu tempat untuk
refrsing, sama seperti diskotik,, yaww kepuasannya bisa main biliard,disini ada
gratinya kusus untuk ladis.,, gratisnya setiap malam jumat sama malam senin..
kan lumayan yaahh.. ( Data Primer, Mei 2015)
pendapat sama juga dikatakan
Adi (20 tahun) :
tempat billiard ini kan
hampir sama kaya hiburan malam lainnya ya,, semakin malam semakin rame dan
ngantri,, makanya aku kesini biasanya mulai jam 7 udah booking tempat duluan.
Jadi entar teman-teman nyusul gitu,, kalau disini puas yaa,, soalnya pelayanan
bagus, ini pemandunya juga bersahabat,, kayak bisa diajak ngobrol gitu kalau
lagi nunggu teman kan gak bete. (Data Primer, Mei 2015)
pendapat sama dikatakan Restu
(21 tahun) :
tempat ini gada bedanya sama
hiburan malam lain,, soalnya kalau tengah malam justru rame banget.. kalau
masih jam 7 gitu masi sepi.. saya senang bermain disini, karena fasilitas yang
disediakan sangat baik, dengan suasana tempatnya yang nyaman, makanandan
minumannya enak, dan yang paling saya suka kualitas mejadi sini bagus, jadi
kalau saya main bisa lebih maksimal danfokus. (Data Primer, Mei 2015)
pendapat sama juga dikatakan
Tio (22 tahun) :
planet ini kan bukanya dari
jam 12 siang sampai jam 4 subuh, tapi lebih rame tu kalau sudah tengah malam
sampai subuh,,makanya sama kayak hiburan jadinya ya,, padahal kan billiard itu
olahraga kan, tapi kalau malam kayak gini apalagi sampai tengah malam banget
yaa bukan olahraga lagi namanya,, hee,, aku kalau disini itu ya ngerasa puas
sama pelayanannya,, lagian aku juga ada yang dekat sama kaptennya,, jadi ya
sering aja kesini. (Data Primer, Mei 2015)
pendapat-pendapat diatas juga
diperkuat dengan pernyataan Agustinus (28 tahun) selaku General Manager PPC :
untuk memanjakan pengunjung
kami selalu berusaha memberikan pelayanan sebaik mungkin,, kalau saya jarang
berada disini, apalagi malam. Saya kesini hanya pada siang hari itupun Cuma
beberapa jam..sebentar lagi saya harus pergi, karena yang saya urus kan
kebetulan bukan hanya planet pool tapi juga planet futsal. Jadi saya tidak
terlalu memperhatikan bagaimana kepuasan pengunjung. Justru saya lebih banyak
waktu di planet Futsal..Tetapi selama ini saya tidak pernah mendapat laporan
mengenai ketidakpuasan pelanggan.Itu artinya pelayanan kami sangat diterima
baik oleh pengunjung. (Data Primer, Mei 2015)
Adapun pendapat serupa
dikatakan Sandy (23 tahun) selaku Pemandu :
Kami ndak memberikan
pelayanan khusus walaupun member atau non member pelayanan tetap sama..yang
beda kan hanya jumlah pembayarannya aja.. kalau masalah kepuasan pelanggan yaa
itu prioritas utama,, dan memang pelanggan harus puas.. dan sudah tugas kami
memberikan kepuasan pada pelanggan. Lagian kan saya juga mahasiswa,, jadi
kadang kan ada pelanggan yang kesini sendiri,, saya ajak ngobrol,, sharing
tentang perkuliahan,, dan mereka juga wellcome,,jadi ya seru-seruan lah.
Pengunjungnya juga asik-asik,, dan setau saya ndak pernah ada yang komplain
masalah pelayanan. (Data Primer, Mei 2015)
Berdasarkan
kutipan jawaban wawancara diatas mengenai kepuasan pengunjung PPC dapat
diketahui bahwa secara keseluruhan mahasiswa pengunjung PPC memang mendapatkan kepuasan yang
mereka inginkan selama berada di tempat tersebut.Rata-rata
dari mahasiswa yang mengunjungi PPC kepuasan yang mereka dapat adalah melalui
pelayanan yang diberikan. Selain itu bagi pengunjung wanita, kepuasan yang
didapat karena adnya gratisan yang diberikan PPC yaitu event Free For Ladies
yang diadakan setiap Kamis dan Minggu. Tidak
heran jika sampai saat ini pengunjung PPC semakin bertambah dan selalu
eksis.Padahal industri tempat hiburan di Yogyakarta sudah sangat banyak, bisa
dilihat dengan banyaknya gedung-gedung baru yang dibuat seperti kaffe, tempat
billiard dan lain sebagainya. Tetapi itu semua tidak membuat planet pool centre
padam, justru pihak pengelola selalu berusaha memberikan pelayan sebaik mungkin
kepada para pelanggannya. Seperti yang mereka ungkapkan bahwa mereka tidak
pernah mendapatkan komentar negatif dari para pelanggan mengenai pelayanan yang
mereka berikan.
2.
Penyebab
Mahasiswa Mengunjungi Hiburan Malam
Setelah kita melihat
aktivitas yang dilakukan oleh mahasiswa pengunjung hiburan malam seperti yang
di uraikan sebelumnya, kita tentu ingin tau hal-hal yang menjadi penyebab
ramainya mahasiswa mengunjungi tempat hiburan malam tersebut.
a.
Mengikuti
ajakan teman
Tidak semua orang mau pergi
ketempat hiburan malam seorang diri, pastinya mereka membawa satu atau dua
rekannya untuk diajak menikmati hiburan malam.Tapi tidak menutup kemungkinan
banyak juga pengunjung yang rela pergi sendiri, mungkin karena memang ingin
sendiri atau tidak ada yang bisa diajak.Selain itu ada juga yang karena
terpaksa mengikuti ajakan dari temannya. Seperti yang dikatakan oleh Tio (22
tahun) :
Aku biasanya kesini sama
teman,, kalau sendirian sih gak pernah..ngapain sendiri mending di kost,,hahaa..
gak nentu sih kalau aku kesini tu,, kalau lagi pengen dan ada yang ngajak yaa
kesini,,walaupun gak liburan juga aku kesini. Tapi kadang kalau aku lagi males
jalan,, terus ada aja teman yang maksa ikut yaa mau gak mau ikut,, gak enak
juga nolak. (Data Primer, Mei 2015)
Pendapat sama juga dikatakan
Mima (23 tahun) :
Kesini ya sama teman-teman
rame,, sering si kesini ga nentu juga hari nya, iya kalau tidak diajak teman
malas pergi ke tempat beliard sendirian. (Data Primer, Mei 2015)
Pendapat sama dikatakan Mia
(22 tahun) :
dengan teman dong,, setiap
malam kamis atau minggu karena free ladies,, saya betah kesini soalnya tempatnya
nyaman buat nongkrong,, terus teman teman saya suka ngajak sini. (Data Primer,
Mei 2015)
Pendapat sama juga dikatakan
Adi (20 tahun) :
Aku sering kesini karena
diajak teman sih, kalau sendiri ya gak mau juga,, malah tambah bete dong. Kada
berempat atau malah rame-rame pesan 2 meja sih biasanya. (Data Primer, Mei
2015)
Pendapat sama dikatakan oleh
Madi (21 tahun) :
Sama teman - teman, ya
biasanya rame-rame begini,, ada yang main ada juga yang sekedar ikut-ikut
nongkrong doang.. tidak tentu kadang
seminggu bisa sampai 3 sampai 4 kali, pengen kesini ya karena suka aja kesini
kadang juga karena diajak teman.. (Data Primer, Mei 2015)
Pendapat sama juga dikatakan
oleh Rian (24 tahun) :
Dengan teman dong, sama siapa
lagi biasanya malam minggu, kalau tidak pas liburantempatnya nyaman buat
nongkrong, biasanya kesini karena ada teman yang ngajak (Data Primer, Mei 2015)
Pendapat berbeda dikatakan
oleh Abror (25 tahun) :
Tidak karena biasa main
sendiri juga bisa tdak bergantung sama teman, tergantung mood, tapi biasanya
sih seminggu 4 (empat) kali, aku suka kesini karena kemauan ku sendiri, bukan
tergantung ada teman atau ndknya. (Data Primer, Mei 2015).
Adapun pendapat yang diungkapkan oleh Galih (30 tahun) selaku
Supervisor PPC:
Saya sih sering melihat
pengunjung kesini itu jarang sekali sendirian,, pasti ada yang berdua, bertiga
atau lebih,, kadang ada yang sendirian tapi ya itu jarang sekali. Kalau menurut
saya mereka tertarik datang kesini itu ya mungkin selain karena pelayanan dan
fasilitas bagus, juga karena ajakan dari teman-temannya.. (Data Primer, Mei
2015)
Pendapat sama dikatakan Ari (29 tahun) :
Aku lebih sering lihat pengunjung
rame-rame datang main, kadang ada yang cuma nongkong doang ngikut teman,yang
pesan satu meja yang main bisa banyak banget orangnya. (Data Primer, Mei 2015)
Berdasarkan jawaban wawancara di atas dapat di ketahui bahwa
sebagian besar mereka disebabkan juga karena bergantung
sama ajakan teman untuk pergi ke tempat beliard. Ada yang terpaksa, adapula
yang memang suka diajak.Mereka lebih suka datang ketempat billiard dengan
beramai-ramai atau berombongan dengan teman-temannya.Adapun yang datang sendiri
dia merupakan orang yang tidak terlalu biasa dengan banyak orang.karena
menurutnya mengunjungi tempat hiburan tidak selalu tergantung teman yang
mengajak tetapi memang karena keinginan sendiri.
b.
Kebutuhan
akan kontak sosial
Dalam hal kebutuhan kontak
sosial para mahasiwa pengunjung hiburan malam mereka main ke tempat beliard
selain karena diajak teman juga karena kebutuhan mereka akan kontak sosial,
yaitu keinginan untuk selalu bersama dengan teman-temannya, sekedar nongkrong
dan ngumpul-ngumpul, berkomunikasi dengan orang banyak, atau menemukan
teman-teman baru ditempat hiburan malam yang mereka kunjungi. Seperti yang
dikatakan Mima (23 tahun) :
Iya, karena aku suka kalau
dapat kenalan baru, apalagi cowok, senang kalau ada dapat kenalan baru di tempat
beliard, aku juga tidak betah sendirian jadi harus ada teman yang di ajak
ngobrol, biasanya di tempat beliard ndk tentu kadang 2 jam biasa lebih cuma
nongrong doang. (Data Primer, Mei 2015)
Pendapat sama dikatakan Madi (21 tahun) :
Iya, aku perlu dapat jaringan
baru, apalagi dapat kenal cewek lebih senang hehehe, kalau di tempat beliard
bisa sampai 4 jam atau lebih nongrong sambil main beliard. (Data Primer, Mei
2015)
Pendapat sama dikatan Mia (22 tahun) :
dibilang kebutuhan
ia,kebutuhan untuk senang-senang, ngumpul sama teman-teman,, banyak ketemu
orang-orang baru, disini 3 jam paling lama.. (Data Primer, Mei 2015)
pendapat sama dikatakan Restu (21 tahun) :
yaa kalau kesini menurut aku
sih bukan juga kebutuhan, tapi memang aku kesini juga karena pengen ketemu
teman-teman sih,hee.. kalau sendirian di
kost itu suntuk.. sukanya ngumpul-ngumpul lebih seru. Biasanya disini sampai 3
jam an lah ..(Data Primer, Mei 2015)
pendapat sama juga dikatakan Adi (20 tahun) :
iya memang,, aku sukanya
ngumpul sama teman-teman,, datang kesini ya memang karena pengen nongkrong
ketemu teman-teman gitu, ya kayak sekarang ini,, jajnjian ketemu disini kayak
gitu. Ee disini 2 sampai 3 jam dah cukup sih. (Data Primer, Mei 2015)
pendapat berbeda dikatakan Abror (25 tahun) :
Tidak, karena aku tidak
bergantung sama teman, sendiri juga bisa dan kalau ke tempat beliard juga bukan
suatu kebutuhan yang harus di penuhi, biasanya aku di tempat beliard biasanya 2
jam maksimal 3 jam udah capek pulang. (Data Primer, Mei 2015)
Pendapat sama dengan Abror dikatakan oleh
Angraini (21 tahun) :
Tidak, Aku cuek dengan orang
lain, apa lagi yang tidak kenal, kalau ada yang ngajak kenalan tanggapan aku
bisa-biasa aja, maksimal 3 jam di sini nyatai. (Data Primer, Mei 2015)
Pendapat sama dikatakan Guntur (20 tahun) :
Tidak juga kebutuhan sih, aku
tidak terlalu perlu yang harus selalu sama teman atau ngumpul, sendiri juga
bisa enjoy, kalau ditanya berapa lama biasa paling lama 2 jam main, habis itu
pulang. (Data Primer, Mei 2015)
Berdasarkan jawaban wawancara diatas mengenai kebutuhan akan kontak
sosial, dapat dilihat bahwa salah satu penyebab mahasiswa mengunjungi hiburan
malam karena memang mahasiswa sangat membutuhkan kontak sosial, oleh sebab itu
mereka sering berkunjung ketempat billiard karena ingin bertemu atau janjian
dengan teman-teman mereka. Adapula yang karena memang suka bertemu dengan
orang-orang baru. Hal tersebut seperti yang telah tertulis pada bab I bahwa Kebutuhan
akan kontak sosial tercermin dari adanya keinginan untuk bertemu dengan
rekan-rekannya. Adapun yang berbeda pendapat karena memang mereka tidak terlalu
suka ngumpul atau bertemu dengan teman-temannya, karena juga telah terbiasa
sendiri atau individual. Adapun penyebab lain yaitu Gaya hidup seperti yang
dipaparkan berikut ini.
c.
Gaya
Hidup
Gaya hidup sangat
mempengaruhi setiap penampilan seseorang, dan orang-orang akan cenderung
memilih produk, aktivitas atau jasa yang dapat menunjang penampilannya.
Aktivitas mahsiswa berada ditempat hiburan malam juga dapat disebabkan karena
gaya hidup mereka yang serba mewah serta didukung dengan materi yang memang
mencukupi. Misalnya gaya berpakaian, interaksi mahasiswa di suatu tempat,
seperti tempat hiburan, tempat billiard, penggunaantransportasi serta
penggunaan teknologi. Dalam hal ini, kebiasaanmahasiswa yang suka atau gemar
pergi ke tempat hiburan malamdigolongkan dalam gaya hidup dalam tempo cepat.
Mereka denganmudahnya terpengaruh dengan hal-hal yang baru. Hal tersebut
seperti yang diungkapkan oleh Abror (25
tahun) :
Ya, penampilan ku berbeda
setelan rock n roll kalau ke tempat beliard, hidup begaya udah jadi kebutuhan
sehari-hari, kalau di tanya sudah mahir dalam bermain beliard ya, sudah dari
SMA suka main, pengeluaran uang biasa boros klau udah di tempat ini, rokok 1
bungkus paling ndk di beli. Susah ngatur keuangan..tapi ndak pernah juga
kehabisan..(Data Primer, Mei 2015)
Pendapat sama juga dikatakan Mia (22 tahun) :
ya kalau kesini santai aja pakayannya,
kadang pake celana pendek, atau biasa aja beda kalau ke kampuskan mesti resmi
gitu,, main billiard sudah lumayan lah bisa,,bisa main billiard sejak datang ke
jogja sih,, kalau dulu sebelum kesini gak bisa sama sekali..kalau sudah disini
tu pengeluaran gak terkontrol, beli makanan ini itu lah seringnya gak bisa
ngatur uang saku. Kalau uang habis diam
aja..(Data Primer, Mei 2015)
pendapat sama dikatakan Tio (22 tahun) :
yaa kalau masalah penampilan
sih aku memang sudah biasa juga main billiard jadi ya setelannya biasa aja,,
setelan santai aja,, pake kaos celana jeans udah,,ya gitu-gitu aja. Ditempat
asalku kan aku juga dah biasa pergi ketempat begini..jadi dah dari dulu bisa
main billiardnya..uang saku sih memang buat hiburan dah ada sendiri, buat
keperluan kuliah juga beda.. (Data Primer, Mei 2015)
Pendapat sama dikatakan Nai (22 tahun) :
biasa
aja sih, keseharian sama dengan main ke tempat beliard sama aja santai, aku
sudah lama bisa main billiard, jadi pas kesini ya tinggal nerusin aja,, pengeluaran
uang saat di tempat ini secukupnya, sering di traktir sama teman cowok yang udh
kenal. (Data Primer, Mei 2015)
Pendapat sama dikatakan Madi (21 tahun) :
pakaian saya sama seperti
main ke tempat lain paling pakai kaos biasa
sepatu udah itu aja, kalau pengeluaran biasa di traktir sama teman yang
ngajak, rokok minta sama teman, pandai soalnya saya dari SMP sering bolos terus
main ketempat beliard. Jadi ya biasa lah dah main billiard (Data Primer, Mei
2015)
pendapat sama dikatakan Adi (20 tahun) :
kalau gaya berpakaian sih
memang aku santai aja begini,, nda yang aneh-aneh juga biasa aja,, ketempat
seperti ini kan aku terbiasa sudah dari dulu-dulu banget lah.. dari SMA sama
teman-teman sering main billiard... (Data Primer, Mei 2015)
Pendapat sama dikatakan Guntur (20 tahun) :
Kalau penampilan biasa aja
kalau pergi main ke tempat ini, sama biasa ketempat lain, tidak ada yang beda
dengan penampilan, kan memang dah biasa juga, pandai dari semenjak sebelum
datang ke jogja udah bisa main beliard. Jadi saat tau disini banyak tempat
billiard aku malah senang. (Data Primer, Mei 2015)
Berdasarkan jawaban wawancara
diatas mengenai gaya hidup mahasiswa, dapat dilihat bahwa memang penampilan
mereka yang mengunjungi tempat hiburan malam seperti tempat billiard ini
sebagian ada yang berbeda dengan kesehariannya, dan sebagian lagi sama saja
dengan kesehariannya. Aktivitas bermain billiard memang merupakan hal yang
tidak asing lagi bagi sebagian mereka, karena memang mereka sudah biasa bermain
billiard dan pergi ketempat-tempat hiburan seperti itu.Selain itu sebagian dari
mereka tidak terlalu memikirkan masalah biaya yang dikeluarkan, karena memang
sudah diperhitungkan sebelumnya dan ada juga yang memang dari kalangan orang
berada.Jadi tidak begitu terganggu dngan kebiasaan menikmati hiburan malam. Hal
ini sama dengan teori yang dijelaskan pada bab I yaitu Gaya hidup mahasiswa menikmati
hiburan malam tentunya karena ada alasan yang mendasari mereka, baik itu dari
segi pergaulan, prinsip dari masing-masing pribadi, maupun strata gaya hidup
mahasiswa, dimana memang si mahasiswa tersebut memiliki materi yang cukup untuk
memasuki gaya hidup tersebut.
3.
Pengaruh
Hiburan Malam Terhadap Kegiatan Mahasiswa Di Kampus
Pengaruh
ke Akademis memang tidak bisa secara keseluruhan di deskripsikan, karena hal
ini lebih kepada semangat untuk belajar secara individu-individu. Tetapi paling
tidak kami menemukan sedikit, bahwa pergaulan atau kecenderungan mahasiswa
aktif mengunjungi hiburan malam berpengaruh kepada akademiknya, seperti yang
paling sering terjadi adalah kesiangan bangun yang mengakibatkan jam mata
kuliah pagi terlewatkan. Hal ini terjadi karena terlalu capek melewati malam di
tempat hiburan, sehingga paginya dijadikan untuk istirahat. Adapun pengaruh
yang dapat ditimbulkan dari hiburan malam adalah adanya tindakan menyimpang
serta akibatnya terhadap akademik mahasiswa.
a.
Ada
tidaknya tindakan menyimpang
Hiburan malam dapat
berpengaruh buruk pada penikmatnya apabila selama ditempat-tempat hiburan
tersebut tidak dapat mengontrol diri dari hal-hal yang kiranya dapat merugikan
diri sendiri maupun orang lain. Seperti merusak fasilitas tempat hiburan,
membuat onar atau membuat keributan, mabuk-mabukan dan lain sebagainya.Kesemua
hal itu merupakan tindakan menyimpang yang sering ditemukan ditempat-tempat
hiburan malam.Selain itu hiburan malam juga mempengaruhi dan berdampak negatif
dengan kegiatan akademik mahasiswa. Adapun tindakan menyimpang seperti yang
dikatakan oleh Abror (25 tahun) :
Sering kadang ada yang
taruhan uang kalau main beliard, kadang sampai ratusan ribu orang taruhan main
beliard, kalau bertengkar jarang tapi pernah aku lihat, udah biasa aku kalau
udah main beliard biasa pulang sampai jam 2 malam terus pulang ke kost tidak
langsung tidur nonton, besoknya bangun kesiangan,,tapi untungnya aku dah ndak
kuliah,,Cuma skripsi aja ndak kelar-kelar.. (Data Primer, Mei 2015)
Pendapat sama juga dikatakan Mima (23 tahun) :
Pernah lihat orang ciuman di
WC, kalau yang lain biasa lihat orang taruhan atau judi pakai uang, tidak biasa sebelum jam 12 sudah pulang,
biasa ga langsung tidur jadi bangun kesiangan,,. (Data Primer, Mei 2015)
Pendapat
sama dikatakan Guntur (20 tahun ) :
Pernah minum bir, soalnya ada disediakan disini, terus lihat orang
minum-minum MIRAS sampai bikin ribut suaranya teriak-teriak lah anak papua yang
sering begitu, ya terganggu biasa kalau udah habis main beliard malam besoknya
emang ndk pernah masuk kuliah karena kesiangan bangun. (Data Primer, Mei 2015)
Pendapat
sama dikatakan Angraini (21 tahun) :
Pernah kalau lihat orang
sering kadang teman sendiri main pakai taruhan uang, kalau aku ya Cuma lihat
aja,, biasa sebelum jam 12 udah pulang terus tidur, besok tetap bisa masuk
kuliah bangun pagi. (Data Primer, Mei 2015)
Pendapat
sama dikatakan Rian (24 tahun) :
Kalau saya, minuman keras ia, tapi cuma bir saja, karena yang
disediakan disini hanya bir. Dan lagi pula tidak diizinkan bawa minuman dari
luar,,kalau yang buat ribut tidak pernah lihat sih selama berada disini,
soalnya saya kan juga tidak ngurus kalau ada yang bermasalah atau apa jadi
tidak tau,, karena saya datang kesini tidak
seetiap hari.tunggu malam minggu atau waktu libur saja,,kegiatan pas
paginya sih tidak pernah terganggu.(Data Primer, Mei 2015)
pendapat sama dikatakan Restu
(21 tahun) :
kalau saya ga pernah sih kalo minuman keras disini,,ya paling
ditempat lain,, kalau ngelihat orang ribut sampai matahin stik billiard tu
pernah,, sudah lama tapi..selain itu gada lagi sih,, sering terganggu sih
kegiatan pagi gara-gara bangun kesiangan,, (Data Primer, Mei 2015)
pendapat sama dikatakan Mia
(22 tahun) :
kalau disini saya minuman
keras ia, tapi cuma bir saja,karena yang disediakan disini bir aja sih,, kalau
ngelihat orang ribut tidak pernah,, tenang-tenang aja sih disini biasanya,,
kalau kegiatan besok hari sih kadang terganggu ya pas jadwal kuliah,,
kesiangan.. (Data Primer, Mei 2015)
Adapun pendapat dari
Agustinus (28 tahun) Generar Manager PPC :
Setau saya sih memang pernah ada keributan tapi jarang sekali
terjadi, kalau masalah minuman keras kami memang meyediakan bir tetapi tidak
dalam dosis yang membahayakan, dan kami juga memiliki ijin untuk memasarkan dan
tidak sembarangan.Kami juga tidak memperbolehkan bagi pengunjung untuk membawa
minuman apapun dari luar tempat kami. Ya karena menghindari hal-hal yang tidak
diinginkan...(Data Primer, Mei 2015)
Pendapat sama dikatakan oleh Akhit (31 tahun) selaku Kapten :
Pernah ada keributan,, sampai-sampai stik patah,, kadang keributan
karena ada yang selingkuh terus kepergok pacarnya,, atau tiba-tiba bertengkar
saya juga kurang tau kenapa,, minuman keras disini ada bir, tapi ndak boleh
bawa minuman dari luar.. biasanya kalau ada yang rusak langsung kami meminta
untuk diganti,, dan untungnya langsung diganti,, kalau ada gelas pecah, piring
atau yang lainnya gitu ya diganti..(Data Primer, Mei 2015)
Berdasarkan
jawaban wawancara diatas, dapat diketahui bahwa kebanyakan dari mereka
mengkonsumsi minuman keras. Selain itu di PPC juga pernah terjadi penyimpangan
lain seperti terjadi keributan sesama pengunjung yang mengakibatkan rusaknya
fasilitas tempat hiburan seperti stik billiard, piring gelas ataupun lainnya.
Selain itu adapula ditemukan yang melakukan judi, pasangan pengunjung yang
berciuman dan lain sebagainya.Mereka yang mengkonsumsi minuman keras seperti
bir, karena memang di Planet Pool Centre menyediakan bir sebagai minuman yang
boleh dikonsumsi oleh pengunjung dan pengunjung tidak diperbolehkan membawa
minuman apapun dari luar PPC.Hal tersebut dillakukan oleh PPC untuk menghindari
hal-hal yang tidak diinginkan.Karena sesuatu apapun yang terjadi di dalam PPC
menjadi tanggungjawab penuh pihak PPC.
b.
Keseharian
mahasiswa ketika berada di lingkungan kampus
Mahasiswa seharusnya
merupakan seorang pelajar yang mempunyai segudang aktivitas kampus secara
internal maupun eksternal. Yakni mulai dari kegiatan belajar mengajar di
kampus, mengerjakan berbagai macam tugas yang diberikan oleh para dosen,
kegiatan-kegiatan kampus yang dilakukan dengan teman sebaya di kampus seperti
organisasi kemahasiswaan yang ada di setiap kampus, hingga kegiatan mereka di
luar kampus, seperti aktivitas nongkrong diantara para mahasiswa. Setelah
mengetahui bagaimana mereka saat berada ditempat hiburan malam, kami pun ingin
tau bagaimana dengan aktivitas mereka di dalam kampus seperti yang diungkapkan
informen Madi (21 tahun) :
Aku kalau di tanya masalah perkulihaan biasa kalau udah jadwalnya
kuliah yaa tetap masuk dan aktif dalam organisasi di kampus sering mengikuti
kegiatan-kegiatan dalam kampus. (Data Primer, Mei 2015)
Adapun Pendapat Guntur (20
tahun) :
Perkulihan di kampus kadang masuk kadang tidak, soalnya karna
capek sampe kesiangan,, aku biasa cuma nongrong di kantin kampus, terus bisa di
hitung kalau kuliah dalam seminggu 1 kali aja masuk. (Data Primer, Mei 2015)
Pendapat sama dikatakan Nai (22
tahun) :
Yaa lumayan aktif sih dalam
perkulihan, dalam kegiatan lain aku kurang aktif, kalau saat ada kuliah aja
masuk terus kalau tidak ada jadwal kuliah ya tidak ke kampus tapi kadang juga
bolos. (Data Primer, Mei 2015)
Pendapat sama dikatakan Tio
(22 tahun) :
Aku sih masih kuliah,, tapi
bolong-bolong kadang masuk kadang enggak gara gara kesiangan.. tapi sering juga
kok masuk,, kan aku juga mau lulus,haha.. aku ga begitu aktif kayak UKM gitu
tapi kadang ikut ikut kalau lagi ada event kampus,, (Data Primer, Mei 2015)
Pendapat sama dikatakan Restu
(21 tahun) :
Kegiatan kuliah ya
begitulah,,aktif kok aku kalau kuliah walaupun kadang sekali dua kali nda masuk
garagara bangkong kesiangan,, untuk kegiatan kampus aku kadang aktif,,soalnya
kan aku juga banyak teman-teman anak kampus kalau ada kegiatan kampus mereka ajak
aku,,kayak gitu, (Data Primer, Mei 2015)
Pendapat hampir sama
dikatakan Mima (23 tahun) :
Kalau aku ini kan lagi masa
skripsian yaa,, jadi banyak santainya sih,, tapi ga tau hasilnya entar.haha ,,
dulu sih selalu masuk kuliah kok, sekarang aja yang nda tau malas banget
ngerjain skripsi ni.. kegiatan kampus aku ga aktif,, kaya UKM gitu kan,, ya ga
aktif. (Data Primer, Mei 2015)
Berdasarkan jawaban wawancara
diatas dapat diketahui bahwa mahasiswa yang mengunjungi hiburan malam dalam
jangka waktu yang lumayan sering sangat berpengaruh dengan aktivitas akademik
mereka. Seperti bangun kesiangan karena capek semalaman begadang ditempat
hiburan menyebabkan mereka tidak dapat mengikuti jadwal perkuliahan keesokan
harinya. Sebagian besar dari mereka banyak yang tidak aktif dalam kegiatan
kampus seperti organisasi kemahasiswaan atau UKM-UKM yang ada dikampus
masing-masing. Hal ini sama seperti teori yang telah dipaparkan pada kerangka
dasar teori di bab I bahwa dampak negatif dari hiburan malam
bagi mahasiswa bisa membuat kepentingan akademik mereka menjadi terbengkalai dikarenakan
berbagai faktor seperti biaya hidup menipis, kondisi kesehatan menurun, dan
rasa kelelahan yang membuat mereka malas untuk mengikuti perkuliahan di kampus pada
siang harinya.
BAB IV
PENUTUP
A.
KESIMPULAN
1. Aktivitas mahasiswa saat berada ditempat hiburan malam
yaitu Planet Pool Centre diantaranya bermain billiard, bersenang-senang kumpul
dengan teman, sekedar nongkrong menghilangkan penat serta kejenuhan dan lain
sebagainya. Selain hanya untuk bersenang-senang ada suatu kepuasan yang mereka
dapat jika berada ditempat hiburan malam tersebut. Seperti pelayanan yang maksimal
dan keramah-tamahan pengelola tempat hiburan. Hal tersebut membuat tempat
hiburan PPC tidak pernah sepi pada malam harinya.Dengan demikian dapat
disimpulkan bahwa saat berada ditempat hiburan malam yang dilakukan mahasiswa
adalah mencari kesenangan dan kepuasan yang tidak mereka dapat ditempat lain
selain tempat hiburan, seperti kost atau kampus.
2. Ada tiga hal yang menyebabkan mahasiswa sering
mengunjungi tempat hiburan malam diantaranya karena mengikuti ajakan dari
teman, kebutuhan akan kontak sosial, serta gaya hidup dari mahasiswa itu
sendiri. Ketiga penyebab itu telah di uraikan pada bab III, dan dapat di
simpulkan bahwa yang membuat seringnya mahasiswa mengunjungi hiburan malam
disebabkan oleh dorongan dari teman sepergaulan, dimana mereka tidak enak hati
untuk menolak ajakan dari teman-temannya serta memang sebagian dari mahasiswa
yang sering mengunjungi tempat hiburan malam adalah orang-orang yang terbiasa
dengan kehidupan malam serta berinteraksi dengan orang banyak. Hal tersebut
yang menyebabkan mahasiswa tidak dapat lepas dari hiburan malam yang banyak
dijajakan oleh para pengelola tempat hiburan termasuk Planet Pool Centre.
3. Dari beberapa pengaruh hiburan malam yang telah di
uraikan pada bab III sebelumnya dapat disimpulkan bahwa hiburan malam lebih
banyak menghasilkan perilaku yang negatif terhadap mahasiswa baik di tempat
hiburan itu sendiri maupun kegiatannya dilingkungan kampus. Di mana mahasiswa
menjadi tidak aktif dengan kegiatan perkuliahan dan organisasi kemahasiswaan
yang ada di kampus mereka masing-masing. Serta perilaku yang mengkonsumsi MIRAS
yang memang telah disediakan oleh pengelola Planet Pool Centre dan tindakan
mahasiswa yang merusak fasilitas tempat
hiburan dan merugikan pihak pengelola tempat hiburan.
B.
SARAN
1. Cara
manusia untuk mendapatkan kesenangan berbeda-beda, kebanyakan dari mereka tidak
sadar bahwa kesenangan yang mereka dapat dari hasil merugikan diri sendiri.
Sebaiknya kita sebagai mahasiswa yang mendapatkan banyak ilmu dibangku
perkuliahan, tentu tau hal yang harus dihindari dan hal yang harus didekati.
Sebenarnya hiburan malam tidak selalu identik dengan hal-hal negatif, apabila
kita pandai menikmatinya dengan cara yang positif.
2. Banyak hal yang membuat mahasiswa aktif mengunjungi
tempat hiburan malam, dan seharusnya mereka tidak mudah terpengaruh oleh ajakan
teman untuk bersenang-senang. Kecuali jangka waktu untuk mengunjungi tempat
hiburan malam tidak terlalu sering. selain itu jika ingin berkumpul dengan
teman seharusnya tidak selalu dilakukan pada tengah malam, siang pun dapat
dilakukan. Agar pada malam harinya dapat dijadikan waktu untuk beristirahat.
3. Hiburan malam sangat besar pengaruhnya terhadap
mahasiswa. Oleh sebab itu sebaiknya kita dapat mengimbangi kegiatan di luar
dengan kegiatan kampus. Agar kegiatan perkuliahan tetap berjalan lancar
walaupun aktif mengunjungi hiburan malam. Seperti pulangnya jangan terlalu
larut malam, tidak begadang apalagi sampai Minuman Keras. Sebenarnya Billiard
ini merupakan salah satu bidang olahraga yang diakui dunia, jadi alangkah baiknya jika
di dalam tempat ini tidak menyediakan minuman keras.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar